193 Imigran Ditemukan Kelaparan

199
sumber gambar : https://kompas.id 06-02-2019

Imigran Medan Keluarkan Warga Bangladesh Tersekap di Ruko

Imigran kelas I khusus Medan menemukan 193 imigran asal Bangladesh yang kelaparan di dalam sebuah ruko di Kota Medan, Sumatra Utara. Pihak imigrasi sedang menangani kasus para imigran laki-laki berusia 20-35 tahun. Seusai dilakukan pendataan, mereka dibawa ke Rumah pendataan, mereka dibawa ke Rumah etensi Imigrasi di Belawan.

Pihak Imigrasi hanya menemukan 14 paspor dari imigran. Selebihnya, “mereka tidak memiliki dokumen perjalanan,” ungkapnya Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Ferry Monang Shite, Kamis (7/2).

Para imigran diduga masuk secara ilegal ke Indonesia lewat jalur laut melalui Bali. Selanjunya, mereka bertolak ke Medan dan dari sana menyebrang laut menuju Malaysia. Di negeri jiran, imigran-imigran biasanya dipekerjakan sebagai pekerja kebun sawit.

Pihak imigrasi akan mendalami siapa saja yang terlihat mendatangkan hampir 200 imigran tersebut. “Kami akan mendalami siapa yang merekrut, apa modusnya, dan unutk tujuan apa,” kata Ferry.

Dari pendalaman tersebut, pihak Imigrasi akan dapat menentukan apakah para imigran Bangladesh ini menjadi korban perdagangan manusia,melakukan elanggaran imigrasi, mencari suaka, atau mengungsi, “Selanjutnya nanti akan kami laporkan bagaimana penangananya apakah nanti akan dilakukan deportasi, atau dimungkinkan kami lakukan pro justista,” ujarnya.

Pada selasa (5/2) malam, warga kawasan Jalan Pantai Barat Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, dihebohkan dengan teriakan dari dalam sebuah ruko yang tertutup, menggunakan bahasa yang tak dimengrti.

Pemukan masyarakat kemudian datang dan meminta orang yang berada di dalam untuk mmbuka pinut.

Beberapa warga mengaku kaget melihat ratusan warga asing duduk berdasarkan di dalam ruko berukuran 4 mter x 12 meter, tanpa makan dan minum selama beberapa hari.

Warga setempat pun berinisiatif memberikan makanan kepada mereka. Harian Kompas yang mengutip keterangan seorang arga yang melaporkan bahwa ada seorang imigran Bangladesh yang mengerti bahaya Melayu dengan dialek Malaysia membuka komunikasi dengan warga.

Imigran tersebut kemudian menghubungi seserang yang diduga sebagai koordinasi. Beberapa saat kemudian koordinator itu datang dan menendang beberapa imigran. Kepala Lingkungan IV Kelurahan Cinta Damai, Efendi Silitongan, lalu menghubungi polisi dan orang yang mendang imigran itu pergi.

Kadiv Humas Pola Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan kepolisian masih melakukan pendalaman bersama imgrasi terkait kasus ini. “Kita bekerja sama dengan Imigrasi. Masih kita dalami,” ujarnya.

Penemuan sejumlah imigran asal Bangladesh tanpa berdokumen resmi di Sumatera Utara bukan kasus pertama. Pda Desember lalu, ebanyak 30 warga Bangladesh ditampung di sebuah i Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Ke 30 orang itu diduga hendak diselundupkan k Malaysia, unutk menjadi tenaga kerja Ilegal. (Asep Saepudin Sayyev)

umber : Koran Jurnal Bogor, edisi 8 Februari 2019




SHARE

Tinggalkan Komentar