Sukses E-Voting Ciseeng jadi Percontohan Nasional

777
E-Voting (google images)

Dari 36 desa hanya satu desa dijadikan percontohan pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam pemilihan kepala desa (pilkades) yaitu desa Ciseeng, Kabupaten Bogor,Jawa Barat. Pemilihan kepala desa secara elektronik (e-Pilkades) di desa babakan yang pertama kalinya dan menjadi percontohan bagi 35 desa lainnya yang menggelar pilkades.

Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menjelaskan, pilkades babakan menjadi barometer pemilihan pilkades di daerah lainnya yang saat ini menjadi perhatian langsung oleh pemerintah pusat melalui kemendagri dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pemerintah daerah.

“Pemantauan juga dilakukan secara langsung oleh Bupati Bogor dan Forkopimda dengan pelaksanaan pilkades Babakan yang menggunakan e voting,” kata Bahtiar di Jakarta, Minggu (12/3).
Sebanyak 10 ribu masyarakat yang telah menggunakan KTP elektronik ikut serta dalam memberikan suara pada e-pilkades ini. Pilkades desa babakan diikuti oleh tiga calon kepala desa. Kandidat nomor satu, Apendi merupakan petahana, calon nomor dua Ruslan dan calon nomor tiga Moch Zein.

Bahtiar pun memberikan penjelasan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam e-pilkades tersebut. Pertama, pemilih masuk ke TPS dengan menunjukkan undangan/surat panggilan. Kemudian menunjukkan KTP/fotocopy KK untuk mendapatkan smartcard.

Kedua, pemilih masuk ke TPS dengan memasukkan smartcard ke card readers (alat pembaca). Kemudian muncul nama dan foto tiga cakades.Pemilih memilih salah satu cakades dengan cara menyentuh kolom calon/gambar calon. Setelah itu muncul gambar cakades pilihan lalu tekan tombol “ya”.

Ketiga, pengambilan struk dan memasukan struk ke kotak audit sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.Keempat, penghitungan suara dilakukan melalui rekapitulasi otomatis yang dibagi menjadi tiga kelompok pemilih.

Bahtiar mengungkapkan, pelaksanaan e-voting ini sangat cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakat dan penyelenggara memiliki tingkat pengetahuan yang baik.

“Pertama, pelaksanaan pilkades yang menggunakan e-voting cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakatnya dan penyelenggaranya memiliki tingkat pengetahuan, pendidikan dan pemahaman yang baik terkait nekanisme pemilihan dan mekanisme e-voting,” ujar dia.

Kedua,menurut dia perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan e-voting untuk pileg, pilpres dan pilkada, dilihat dari sisi efisiensi pembiayaan dan waktu pelaksanaan pemungutan suara.

“Selanjutnya perlu dihitung secara cermat terkait dengan kesiapan masyarakat maupun aparaturnya apabila digunakan dalam pileg maupun pilpres mengingat waktu pelaksanaan pileg dan pilpres secara serentak tahun 2019,” terangnya.

Terakhir, lanjut Bahtiar, perlu kesiapan dari dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Mengingat dasar menjadi DPT adalah e-KTP atau telah melakukan perekaman,” pungkas dia.

Dari pemantauan, Bahtiar mengungkapkan, pelaksanaan e-Pilkades di Desa Babakan, disimpulkan telah berjalan lancar.

“Secara umum pelaksanaan pilkades berjalan dengan aman dan lancar, hanya memerlukan waktu yang lebih panjang dari perkiraan yang semestinya selesai pada pukul 14.00,” tutup Bahtiar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here