Kemdikbud Kerja Sama Tingkatkan Kualitas PAUD

454
sumber : direktorat pembinaan paud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjalin kerja sama dengan UNICEF dan IKEA Foundation untuk
tingkatkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Mewakili pemerintah, saya berterima kasih kepada IKEA Foundation yang
menyampaikan bantuan sebesar 3 juta Dollar AS untuk membantu memberikan
layanan terbaik di l00 PAUD dan TK di Kabupaten Bogor, dengan memperbaiki
lingkungan PAUD agar aman dan nyaman bagi anak-anak usia dini,” ujar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta,
Rabu.

Kerja sama itu juga meningkatkan kualitas tumbuh-kembang melalui integrasi
layanan kesehatan, gizi, perlindungan dengan metode pembelajaran berbasis
bermain yang berfokus pada anak, serta meningatkan kapasitas guru, tenaga
kependidikan, kelompok orang tua dan masyarakat.

PAUD memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pembangunan
berkelanjutan. Secara khusus di bidang pendidikan juga ada kesepakatan
internasional seperti Deklarasi Pendidikan 2030 di Incheon pada tahun
2015. Dalam kesepakatan itu, para menteri pendidikan di dunia berkomitmen
mendorong adanya pendidikan pra-dasar wajib dan bebas biaya minimal satu
tahun.

Mendikbud Muhadjir Effendy yang juga Presiden SEAMEO menyatakan prioritas
Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), yakni
mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini (PAUD). PAUD menjadi
prioritas karena tidak banyak negara di Asia Tenggara yang peduli PAUD,
seperti halnya Indonesia.

Dalam kepemimpinan Indonesia di SEAMEO diharapkan berdampak meningkatnya
capaian kinerja yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di kawasan
ASEAN melalui program unggulan pendidikan bagi kawasan sekaligus
memberikan peluang peningkatan kerja sama pendidikan bagi Indonesia.

“Rencana pembangunan Indonesia termasuk perkembangan pendidikan, kami
tegaskan bahwa Indonesia menjamin pendidikan bagi seluruh warga sejak usia
dini. Indonesia juga berkomitmen mendukung program SEAMEO dan merespons
tuntutan global untuk lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan dan
kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Terdapat tujuh agenda utama SEAMEO hingga 2035, yaitu mencapai pendidikan
universal bagi PAUD, mengatasi hambatan pendidikan inklusi, ketahanan
dalam menghadapi keadaan darurat, mempromosikan pendidikan keahlian dan
kejuruan serta pelatihan, revitalisasi pendidikan guru, harmonisasi
pendidikan tinggi dan penelitian, dan adopsi kurikulum abad ke-2l.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud
Harris Iskandar menambahkan saat ini pemerintah telah melaksanakan gerakan
nasional PAUD berkualitas untuk mendorong setiap anak usia dini mengikuti
PAUD satu tahun pra-sekolah dasar.

“Tujuannya untuk mendukung terwujudnya wajib belajar 9 tahun berkualitas
karena sejak usia dini anak-anak Indonesia mempunyai kesiapan belajar dan
bersekolah,” kata Harris.

Saat ini angka partisipasi kasar (APK) PAUD telah menunjukkan persentase
yang cukup baik, yaitu 72,35 persen, walaupun masih ada yang di bawah
rata-rata APK Nasional.

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kemdneikbud Ella Yulaelawati
menambahkan dalam pengembangan pembinaan PAUD saat ini pihaknya tengah
fokus mengembangkan model pembelajaran berbasis bermain.

“Pembelajaran di kelas selama ini lebih sering menggunakan strategi
pembelajaran konvensional, dimana dalam strategi ini pembelajaran lebih
difokuskan pada aspek hasil, secara individu, dan bersifat kompetitif. Ini
sangat tidak pas dikembangkan di PAUD,” ujar Ella.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here