Panda Pertama Indonesia Ditempatkan di Bogor

837
Sumber Gambar : nbcnews.com

Sepasang “Giant Panda” (Ailuropoda melanoleuca) pertama di Indonesia
akan ditempatkan di lembaga konservasi satwa “ex-situ” (di luar habitat alami)
Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Besok (28/9) dijadwalkan sepasang `Giant Panda` itu akan sampai di
Indonesia setelah diterbangkan dari Tiongkok malam ini,” kata Kepala Humas
Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Yulius H Suprihardo kepada Antara di
Bogor, Rabu malam.

Ia menjelaskan Direktur TSI Cisarua Jansen Manansang, M.Sc saat ini sedang
ikut bersama rombongan yang membawa satwa itu.

Dengan kehadiran satwa endemik Tiongkok, yang masuk kategori Appendiks I
CITES itu, kata Yulius, masyarakat Indonesia bisa melihat langsung satwa
dilindungi tersebut.

“Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and
Flora/CITES” (Konvensi Perdagangan Internasional Untuk Spesies-spesies
Flora dan Satwa Liar) adalah suatu pakta perjanjian internasional yang
berlaku sejak tahun 1975.

Fokus utama CITES adalah memberikan perlindungan pada spesies tumbuhan dan
satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian
tumbuhan dan satwa liar tersebut.

Spesies-spesies hewan dan tumbuhan yang berada dalam pengawasan CITES
dikelompokkan dalam tiga kelompok yang dinamakan Apendiks I, Apendiks II,
dan Apendiks III.

Apendiks I adalah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang
dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Apendiks I
sedikitnya berisi 800 spesies hewan dan tumbuhan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) Djati Witjaksono Hadi sebelumnya menyatakan Indonesia mendapat
kehormatan untuk menjadi negara ke-16 yang mendapatkan peminjaman
pengembangbiakan (breeding loan) “Giant Panda” itu.

Ia mengatakan inisiasi konservasi satwa ini telah dijalin oleh Indonesia
dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak 2010, saat peringatan 60 tahun
hubungan diplomatik antara kedua negara.

KLHK sebagai pembina Lembaga Konservasi (LK), katanya, telah menetapkan PT
TSI sebagai lokasi “breeding loan”.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P. 83/Menhut-II/2014,
tentang Peminjaman Satwa Liar Dilindungi ke Luar Negeri untuk Kepentingan
Pengembangbiakan, maka kegiatan “breeding loan” harus berada di bawah
pengelolaan LK.

“Giant Panda” yang didatangkan ke Indonesia itu merupakan pasangan hasil
pengembangbiakan China Wildlife Conservation Association (CWCA) yang lahir
pada bulan Agustus 2010.

Kedua panda tersebut bernama Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina), dengan
berat badan masing-masing sebesar 128 kg dan 113 kg.

Serah terima sepasang satwa dari Balai Konservasi dan Penelitian China
untuk Panda Raksasa (CCRCGP) Tiongkok ke pemerintah Indonesia dilaksanakan
di Wolong Panda Base, Tiongkok, pada Rabu (27/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here