Kota Bogor Deklarasi Tidak BAB Sembarangan

297
Jalan Jenderal Sudirman Kota Bogor (google images)

Kota Bogor, Jawa Barat deklarasikan gerakan tidak buang air besar atau BAB sembarangan, melibatkan 129 RW (rukun warga) yang sudah berstatus “open defecation free” atau RW ODF, Selasa.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Bogor, Lindawati menjelaskan, deklarasi ini bertujuan menumbuhkan komitmen setiap RW untuk tidak lagi membiarkan warga BAB sembarangan, dengan menyediakan fasilitas serta akses sanitasi dan air bersih.

“Saat ini baru ada 129 RW ODF yang terbentuk, atau baru sekitar 16,5 persen, target kita tahun 2019 seluruh RW sudah ODF,” katanya.

Ia mengatakan target ini sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan dan diamanatkan dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs 2030) yakni tahun 2019 masyarakat memiliki kemudahan akses terhadap sanitasi, dan 100 persen air bersih.

“RW ODF adalah RW yang didalamnya tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan, baik itu di kali, kebun, atau sawah, semua sudah memiliki akses sanitasi dan air bersih,” katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan melakukan berbagai upaya, salah satunya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyediakan layanan akses terhadap sanitasi dan air bersih untuk warga.

Karena Dinas Kesehatan tidak memiliki anggaran untuk membangun sanitasi dan akses air bersih. Tugas pokoknya adalah membangun kesadaran masyarakat terkait bahayanya membuang air besar sembarangan.

“Kita terus mengedukasi masyarakat bagaimana dampak buruknya jika masih BAB sembarangan, karena berpotensi penularan penyakit seperti diare. Jika BAB di sungai, yang masih dimanfaatkan untuk mencuci, mandi, bahkan cuci beras,” katanya.

Menurutnya kemiskinan menjadi salah satu penyebab masih ada warga Kota Bogor yang BAB sembarangan. Karena keterbatasan ekonomi, sulit memiliki sarana air bersih dan sanitasi.

Selain kemiskinan, faktor tradisi atau budaya, walau di wilayah tersebut sudah dibangun MCK komunal, tapi masih ada warga yang memilih BAB di kali karena sudah terbiasa.

“Ini yang perlu terus kita berikan edukasi, mendorong menumbuhkan kesadaran diri sendiri untuk BAB di MCK yang sudah disediakan,” katanya.

Linda menambahkan, dari deklarasi yang telah dilakukan, diharapkan 129 RW ODF dapat terus mempertahankan komitmennya, lalu menyebarluaskan informasi, mengajak RW lainnya untuk ikut menjadi RW ODF, sehingga target 2019 bisa tercapai.

“Target Pemkot Bogor adalah 2019 seluruh RW sudah ODF,” kata Linda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here