Berbahaya Bila Menggoyang Kendaraan Saat Isi BBM

382

Ada banyak hal yang biasa dilakukan oleh konsumen saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan. Banyak pula orang menganggapnya sepele tapi dampaknya sangat berbahaya bagi keselamatan diri dan juga lingkungan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

 
Kegiatan yang sering dilakukan namun berbahaya, di antaranya menggoyang-goyangkan kendaraan saat pengisian BBM, menggunakan handphone saat mengisi BBM, mesin mobil tetap hidup saat pengisian dan merokok di SPBU.
Beberapa pengendara yang ditemui secara terpisah di antaranya Semuel Nea mengatakan, dia mengisi BBM sambil menggoyang-goyangkan kendaraan agar lebih banyak BBM yang masuk ke dalam tangki mobil.

 
Win Antonio, warga BTN Kolhua mengatakan, banyak orang suka menggoyang kendaraan agar BBM itu bisa masuk sampai ke ‘lorong lorong’ sehingga pengisian bisa lebih banyak.
Sementara Evi Pello, warga Oetete mengatakan tidak perlu menggoyang kendaraan karena BBM itu cair. Apalagi sifat benda cair adalah mengiri ruang yang kosong.
Sales Executive Retail Wilayah XII Pertamina, Wahyudi yang ditemui di kantornya, Selasa (12/12 /2017), mengatakan, ada hal yang selama ini dilakukan oleh konsumen yang sesungguhnya tak perlu. Semua itu hanya sebatas sugesti atau kebiasaan saja. “Contohnya, saat isi BBM konsumen merasa perlu menggoyang-goyangkan mobil bahkan motor.
Dia merasa perlu melakukan itu. Padahal tangki bahan bakar yang itu, ya begitu saja karena BBM itu cair maka BBM akan mengisi ruang kosong. Saya pernah bertanya pada seorang pekerja swasta, mengapa saat isi BBM kendaraan digoyang-goyang. Konsumen itu menjawab biar lebih cepat penuh. Dan, itu logis karena cairan mengisi ruang kosong,” katanya.

 

 

 

Wahyudi mengatakan, menggoyang kendaraan itu berpotensi untuk menimbulkan kebakaran karena ujung nosel besi ketemu dengan ujung tangki. Ada yang namanya listrik statis. Dua titik yang berbeda muatan, ketika ada beda muatan, ada loncatan listrik yang tidak bisa dilihat. Saat loncat ada percikan api dan itu berpotensi menimbulkan kebakaran meski kecil potensinya.
Kebiasaan mengisi BBM di SPBU dengan jeriken plastik juga akan menimbulkan beda muatan karena nosel itu besi dan jeriken plastik.
Maka beda muatan makin besar saat diisi ke jeriken plastik memungkinkan terjadinya loncatan api. Karena itu disarankan kepada konsumen memakai jeriken besi atau pakai drum.

 

 
Wahyudi menjelaskan, mengapa di SPBU tidak boleh menggunakan HP. “Konsumen juga sering menelepon saat mengisi BBM. Konsepnya sama terjadi percikan api dari HP. Sementara Tri Rizky Almaeda, siswa SMA Negeri 1 Kupang mengatakan tahu kalau di SPBU itu dilarang menggunakan HP karena bisa meledak. “Di You Tube itu ada peristiwa orang menggunakan HP di SPBU bisa terbakar,” katanya.
Wahyudi mengungkapkan, sifat dari uap BBM itu tidak langsung pencar ke udara. Tangki kendaraan itu posisinya di bawah kaca atau posisi di pinggang. “Kumpulan uap BBM berada di area bawah. Ketika ada percikan api bisa menyebabkan kebakaran,” katanya.
Wahyudi menjelaskan tiga hal penyebab kebakaran, pertama oksigen. Selama ada oksigen maka api bisa muncul. Kedua, ada bahan bakar, bisa apa saja, kertas, dan lainnya, BBM dan semua dalam bentuk uap. Ketiga, sumber api. Sumber api itu itu panas, tidak harus dalam bentuk percikan, tidak harus dalam bentuk api tapi bisa dalam sumber panas.
Mesin kendaraan juga sumber api. Mesin Kendaraan terjadi pembakaran sehingga berbahaya mengisi BBM saat mesin dalam posisi hidup.

 

 
Rikardus Wawo, mengatakan, tidak tahu mengapa kendaraan harus dimatikan saat pengisian BBM. “Saya tidak tahu kenapa harus matikan mesin tapi saya ikut saja karena sudah dianjurkan petugas SPBU,” katanya.
Wahyudi menambahkan, konsumen roda empat kadang tidak turun dari mobil, hanya membuka kenop dan sibuk telepon, kasih uang dulu baru isi BBM atau isi BBM baru kasih uang.
“Dalam posisi mesin hidup maka kemungkinan pengendara bisa lupa dan langsung jalan. Kadang juga mereka tidak tahu persis nosel itu masih ditangki dan langsung jalan maka pompa bisa tertarik yang mengakibatkan kebakaran,” katanya.
Wahyudi mengatakan selain itu juga dilarang merokok karena bisa menyebabkan kebakaran karena sudah ada bara api dan sudah banyak kejadian di tempat lain.
Akademisi dari Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana), Dr. Oktovianus Nawa Pau, Jumat (15/12/2017), mengatakan, menggoyang- goyangkan kendaraan saat pengisian BBM di SPBU merupakan kebiasaan saja.

 
Kenyataannya kata Nawa Pau, tidak berdampak secara teknis. Hanya karena dilakukan sejak dahulu kala sehingga dianggap bermanfaat. “Sesungguhnya tidak,” katanya. Sedangkan untuk penggunaan HP pada saat pengisian BBM dilarang kemungkinan karena sinyal tapi belum ada pembuktian secara teori. Mungkin pernah ada kejadian di tempat lain. Sedangkan di Kupang belum pernah ada. Untuk pengisian BBM dianjurkan untuk mematikan mesin tapi biasa konsumen malas atau tak memerdulikannya.(ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here