Empat Pelaku Vandalisme Dihukum Bersihkan Corat-Coret

306
Sumber gambar ; kotabogor.go.id

Dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor (kotabogor.go.id)

Satpol PP Kota Bogor akhirnya berhasil menangkap empat pelaku vandalisme (corat-coret) di tembok pedestrian yang berlokasi di jalan Jalak Harupat, Kecamatan Bogor Tengah. Mereka diberikan hukuman untuk membersihkan hasil coretan itu yang langsung disaksikan Wali Kota Bogor Bima Arya, Minggu (05/08/2018) siang.

Bahkan tak hanya pelaku berinisial FA (17) D (17), HK (17) dan MR (17), komunitas dan warga pun turut bergotong royong membersihkannya sebagai komitmen untuk menolak aksi vandalisme, khususnya aksi vandalisme di Kota Bogor.

Ketua DPW OKP Brigez Indonesia Bogor Raya Agwinanda Eka Nugraha menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah menyediakan fasilitas yang baik dan nyaman, seharusnya bisa dijaga bersama-sama, bukan malah merusaknya.

“Sebagai generasi muda seharusnya bisa menjaga fasilitas umum. Kami setuju dengan gerakan tolak aksi vandalisme karena sejalan dengan program bebersih jalan yang sudah kami lakukan,” terangnya.

Dalam aksi bersih-bersih ini ia mengajak 20 anggotanya dari jumlah 150 anggotanya yang ada di Bogor untuk terjun langsung membantu membersihkan sebagai wujud kepedulian menjaga dan merawat fasilitas umum.

Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Sempur (GMPLS) Muhammad Nuryadi mengaku sangat menyayangkan dengan adanya aksi vandalisme. Padahal pedestrian dan taman sudah ditata dengan baik.

“Kami mengajak semua untuk menjaga fasilitas yang yang ada. Kalau bisa park ranger (penjaga taman) ditambah lagi agar tidak ada celah aksi vandalisme,” katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku awalnya mendapatkan informasi foto viral para pelaku vandalisme dari warga. “Jadi pada hari itu banyak masuk foto melalui Instagram saya, kemudian saya koordinasikan langsung dengan pak camat dan Satpol PP untuk segera didalami siapa yang melakukan itu,” jelasnya.

Sebetulnya beberapa hari setelah kejadian Satpol PP Kota Bogor sudah mengetahui identitasnya. Tetapi menunggu waktu dirinya untuk bisa bertemu dengan mereka (pelaku).

“Semuanya putus sekolah ternyata, tadi saya ketemu salah satu orang tuanya. Saya minta anaknya untuk bisa kembali sekolah nanti diurus dan dibantu. Anak-anak ini harus dibina, apalagi mereka bilang menyesali perbuatannya,” ujar Bima.

Setelah didalami ternyata aksi vandalisme ini pengaruh pergaulan, keluarga dan lingkungannya. Makanya penting untuk didik di sekolah.

“Saya juga berterima kasih kepada komunitas Brigez dan paguyuban warga sempur yang membantu membersihkan. Jadi mari kita jaga sama-sama fasilitas umum ini,” katanya. (Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here