Bank Dunia Berikan Pinjaman Hingga Rp 15,2 T Ke Indonesia

142
Sumber gambar : https://akcdn.detik.net.id/visual/2018

Bank Dunia (Wordl Bank/WB) mengumumkan bantuan pinjaman hingga Rp 15,2 triliun bagi pemerintah Indonesia, untuk mendukung upaya-upaya rekontruksi bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan daya tahan jangka panjang RI terhadap bencana. Utang tersebut akan dicairkan bila pemerintah menginginkannya. Tawaran ini disampaikan oleh CEO World Bank Kristalina Georgieva pada Pertemuan Tahunan IMF World Bank di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10).

Penggunaan pinjaman tersebut akan disertai dengan hibah senilai US$5 juta untuk memberi bantuan teknis di bidang perencanaan. Bantuan teknis ini diberikan untuk memastikan rekontrusi yang dijalankan pemerintah memiliki daya tahan tinggi dan berbasis komunitas.

“Saya mengunjungi Palu di Sulawesi hari jumat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sangat menyedihkan melihat penderitaan (korban) dan mendengar berbagai kidah dari mereka yang terdampak,” Kata¬† Kristalina Georgieva

“Upaya tanggap bencana pemerintah yang segera dilakukan sangat kuat dan mengesankan. Karena kita memasuki fase rekontruksi, kami menyediakan dukungan menyeluruh hingga Rp 15,2 trilliun untuk Indonesia,” Ujarnya.

Paket Bank Dunia ini termasuk bantuan tunai bagi 150 ribu keluarga paling miskin yang terdampak bencana selama enam bulan hingga satu tahun. Hal itu didesain untuk mendukung ekonomi dan penciptaan lapangan kerja didaerah setempat selama masa pemulihan.

Tujuan lain adalah untuk mencegah dampak buruk jangka panjang bagi sumber daya manusia. Bantuan itu juga termasuk pendanaan untuk membangun kembali fasilitas publik, seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan, jalan tol dan infrastruktur air bersih.

Pinjaman itu juga akan memperkuat sistem monitoring dan peringatan dini serta membantu mendanai rekontruksi infrastruktur dan layanan ditingkat perumahan dan lingkungan warga.

Lembaga yang berbasisdi Washington, Amerika Serikat (AS), itu memperkirakan bencana alam dikedua wilayah Indonesia menyebabkan kerugian fisik sekitar US$531 juta. Perinciannya kerugian perumahan sekitar US$185 juta, dan kerugian infrastruktur sekitar US$165 juta.

Menteri keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi perhatian dan dukungan dari komunitas Internasional, termasuk dari Group Bank Dunia.

“Memulihkan kehidupan dan mata pencaharian warga yang terdanpak bencana alam adalah prioritas utama pemerintah. Indonesia bertekad memperkuat daya tahan kami terhadap bencana alam dan berharap hubungan kerja sama ini terus berlanjut,” kata mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 15 Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here