Disdukcapil Berencana Buka Tujuh Unit Pelayanan

49
Sumber gambar : https://i2.wp.com/www.kupasmerdeka.com/wp-content/uploads

Bagi warga yang tinggal jauh dari Cibinong, semisal Parungpanjang dan Rumpin, khususnya yang menggunakan angkutan umum, terpaksa harus berangkat pagi buta dan melintasi tiga provinsi yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, agar bisa sampai ke Cibinong di pagi hari.

Berangkat dari fakta tersebut, Disdukcapil berencana membuka tujuh Unit Pelayanan Teknis (UTP) yang akan memproses pengajuan dokumen kependudukan dari mulai kartu keluarga sampai akta kelahiran.

Sektretaris Disdukcapil Ahmad Sofyan mengatakan rencana pembangunan tersebut merujuk pada Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 120 Tahun 2017. UTP ini khusus untuk daerah yang berpendudukan lebih dari dua juta jiwa, semisal Kabupaten Bogor.

“Secara de facto penduduk kita mencapai 5,7 juta jiwa. Kita sudah seharusnya memiliki UPT di tiap wilayah untuk melayani masyarakat ini kebutuhan mendesak,” kata Sofyan kepada wartawan, baru-baru ini.

Sofyan mengaku sudah mengajukan permohonan pembangunan UPT ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui dirjen dan gubernur sejak empat bulan lalu. “Rencananya satu UPT itu nanti untuk melayani warga di lima kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya dari Pemprov,” ujarnya.

Menurut Sofyan, pembangunan UPT di wilayah akan sangat membantu masyarakat untuk mengurus segala kebutuhan kependudukannya. Apalagi untuk daerah seluas Kabupaten Bogor, keberadaan pelayanan yang mendekati masyarakat merupakan kebutuhan. “Tentu ini akan sangat membantu. Kabar terakhir yang kami terima katanya sekarang tengah dipilih, namun rekomendasi gubernur belum juga ada. Padahal kita sudah dua kali presentasi ke gubernur,” katanya.

Sementara menunggu kepastian rencana pembangunan tujuh UPT, Disdukcapil terus berupaya melakukan terobasan – terobosan untu mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan pembuatan akta kelahiran online misalnya.

Pelayanan yang sudah berjalan bulan November tahun 2017 tersebut saat ini terus digalakkan. Berdasarkan data yang ada, semenjak pelayanan online itu dilaksanakan sampai saat ini, sebanyak 17.189 pengajuan permohonan masuk ke Disdukcapil Kabupaten Bogor.

“Namu masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara melakukan pendaftaran lewat online ini. Maka itu, kami terus melakukan sosialisasi untuk mempermudah masyarakat,” kata Kepala Bidang Inovasi Disdukcapil Emilia.

Dalam satu pekan kata Emilia, Disdukcapil melayani permohonan pembuatan akta kelahiran via online ini kisaran 100 sampai 150 permohonan. “Tujuan pelayanan online ini untuk mempermudah masyarakat. Agar mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Disdukcapil apalagi yang rumahnya memang auh dari pusat pemerintah. Namun dengan catatn mengikuti semua aturan yang dibuat,” tutupnya. (Mochamad Yusuf)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 11 Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here