Enam Anak Tenggelam di Kubangan Proyek

91
Sumber gambar : http://ayobogor.com/images-bogor

Sebanyak enak anak tenggelam di kubangan area proyek perumahan milik PT. Perdana Gapura Prima di Kampung Kedunghalang Poncol, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Akibatnya, lima diantaranya harus meregang nyawa pada kamis(18/10), pukul 13:30 Wib.

Kelima bocah naas tersebut adalah Mohammad Rafi (7), Imamsyah (8), Mohamad Dafin (8), Faisal (12), dan Rafli Sudrajat (8). Sementara korban selamat adalah M Ilham (8), yang kini dirawat di RUmah Sakit Islam. Kesemua korban beralamat di Kampung Kedunghalang Poncol RT 04/RW 06, Kelurahan Sukaresi, Kecamatan Tanah Sereal.

Korban tewas di duga lantaran tak mahir berenang, sehingga saat mereka menyelam tidak berhasil muncul ke permukaan. Sementara itu seorang korban selamat, Ilham yang sempat tenggelam berhasil diselamatkan salah seorang warga .

Kapolsek Tanah Sereal AKP Muhamad Suprayogi mengatakan, enam dari lima anak yang tewas tenggelam di kubangan air sedalam kurang lebih dua meter ini, awalnya eminta izin ke orang tua untuk bermain, namun tidak diketahui dimana mereka bermain.

“Sebelumnya mereka memang meminta izin untuk bermain setelah pulang sekolah, namun orang tua korban tidak tahu akan bermain ke lokasi galian itu. Warga sudah sempat melarang untuk tidak bermain di kubangan sisa hujan beberapa hari itu,” paparnya.

“Setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kolam kejadian, kondisi untuk pengamanan sudah maksimal dengan memasang pagar pembatas dari beton setinggi 2,5 meter yang dilakukan oleh PT. Perdana Gapura Prima,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang anak M Ilham berhasil selamat dari peristiwa naas terseut lantaran ditolong oleh salah seorang warga bernama Pendi (50). Saat diselamatkan, kata Pendi, kondisi Ilham sudah lemas, dan iapun berinisiatif menekan dada korban sambil memberi nafas buatan.

Pendi menjelaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi, ia sempat mencoba menyelamatkan dua orang lainnya. Namun, tak tertolong lantaran sudah tenggelam di dasar kubangan yang berlumpur. “Sebenarnya enak anak tersebut sudah biasa main di wilayah itu, Ya biasa main bola dan layang-layangan. Tapi sekarang kebetulan ada kubangan ,” ungkapnya.

Terpisah, salah seorang kerabat korban, Rafli, Acep Suprihatin mengatakan bahwa keenam anak tersebut merupakan sahabat karib yang selalu bermain bersama. “Merka memang sahabat, sebenarnya ada satu anak lagi, dia yang gak ikut. Dan si anak itu lah yang memberi tahu ke warga ada kejadian itu. Sebab mulanya ia mau menyusul keenam korban,” ucapnya.

Menurut dia, Rafli yang duduk di kelas tiga Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul At Fal ini merupakan anak periang yang memiliki hobi mengaji. “Hobi dia ngaji, walaupun masih belajar iqra enam,” singkatnya.

Kata dia, keluarga tidak sama sekali tak memiliki firasat apapun terkait akan terjadinya peristiwa naas tersbeut. “Enggak ada sama sekali. Cuma sekitar empat hari yang lalu, Rafli ketemu dengan saya dan menanyakan apan ia dibelikan handphone,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Acep, sebelum kejadian Rafli bersama kelima temannya, sempat meminta ijin kepada orang tua untuk mencari ikan di genangan air tersebut. “Kayaknya sala h satu temannya kepeleset saat mencari ikan, Dan mungkin ketika itu yang lain berinisiatif menolong. Memang semenjak ada pembangunan, kawasan itu sering dipakain bermain,” tungkasnya. (Handi M, Fredy K)

S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here