Enam Rumah Tertimbun Longsor

149
Sumber Gambar : http://cdn.metrotvnews.com

Bencara tanah longsor kembali terjadi di Kota Bogor, kali ini menimpa pemukiman warga di RT 02/ RW 07, kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (25/10). Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun sebanyak enam rumah terdampak peristiwa tersebut, dan membuat 16 KK dan 52 jiwa terpaksa mengungsi.

Camat Bogor Tengah Agustian Syach mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga di daerah rawan longsor untuk mewaspadai timbulnya bencana, apalagi diwilayahnya padat penduduk.

“Kami telah bekerjasama dengan BPDB Kota Bogor untuk membentuk kelurahan tanggap bencana, yang mana BPDB memberikan pelatihan-pelatihan kebencanaan kepada warga di keluarahan rawan bencana,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Agus, aparatur wilayah sudah melakukan pengecekan terhadap enam rumah yang ambruk di keluarahan Gudang, selain itu sudah membuka posko tanggap bencana dan posko bagi korban di kantor kelurahan Gudang.

“Tapi korban memilih tinggal dirumah kerabatnya, posko juga masih terbuka. petugas kami BPBD siap di posko. Kami juga meminta kepada warga agar pindah ke rusun, karena tempat tinggalnya rawan longsor,” ungkapnya.

Kata dia, warga yang jadi korban tidak membangun kembali rumahnya lantaran bisa mengancam nyawa.

“Kami akan koordinasi perihal rencana relokasi tempat tinggal korban, sementara kami nnati tawarkan di rusunawa,” ucapnya.

Agus menegaskan bahwa pihaknya akan berkooridnasi dengan Dina Perumahan dan Pemukiman (Disperumkin) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PURR) untuk mencari Solusi “Penataan kawasan tersebut harus dilakukan secara masih,” katanya.

Agus menegaskan bahwa di Kecamatan Bogor Tengah terdapat tiga lokasi rawan yakni, Cibogor, Gudang, dan Lebak kantin. “Kami sebenarnya sudah memberi himbauan agar mereka tak tinggal disana,” ucapnya.

Salah seorang korban longsor, Jumala (58) mengatakan, peristiwa ambruknya rumah terjadi pada Kamis (25/10) sekitar pukul 13:30 WIB. Kejadian ini membuat enam rumah rusak berat, tetapi hanya menimbulkan kerugian material.

“Alhamdulillah saat kejadian tidak ada anggota keluarganya dan penghuni lima rumah lain yang tertimpa reruntuhan. Dinding rumah saya roboh awalnya,” ucapnya

Kata Jumala, para korban sepakat meminta Pemkot Bogor cepat dan tanggap mengantisipasi peristiwa seperti ini lantaran kini sudah masuk musim penghujan. “Sekarang keluarga saya ungsikan ke rumah kerabat, rumah kami dikosongkan. Tetapi warga yang menjadi korban harus diperhatikan, apalagi daerah pemukiman rawan longsor. Tadi Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengecek,” ucapnya

Terpisah, salah seorang warga selamat, Ismayanti menceritakan mengapa dirinya selamat dari reruntuhan. Saat sedang memasak, ia mendengar suara rintik di atas genting seperti suara hujan. Namun makin lama makin kencang.

“Pas kejadian pas saya lagi masak lagi ngegoreng, batakon yang diatas pada berjatuhan sedikit-sedikit, kirain saya hujan lama kelamaan makin besar. pas saya keluar rumah langsung ambruk semua itu,” ungkapnya.

Meski selamat, namun rumah Ismayanti hancur lantaran tertimpa reruntuhan banunan diatasnya iapun berharap ada bantuan dari Pemkot Bogor.

“Saya bingung mau tinggal dimana, saat ini perabotan sudah dievakuasi. Mudah – mudahan ada penanganan cepat dan bantuan. Kami juga takut sebab dipuingnya masih terdapat besi,” katanya. (Fredy Kristianto)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, 26 Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here