Tuan Rumah Cetak Rekor

88
Sumber gambar : http://www.radarcirebon.com/public_html/wp-content/uploads

Pesta Olahraga terbesar di Jawa Barat (Jabar) Porda XIII/2018 berakhir sudah. Tadi malam (15/10), perhelatan akbar ini ditutup di Stadion Pekansari, Cibinong. Kabuaten Bogor yang menjadi tuan rumah pun mencatatkan sejarah.

Sukses penyelenggaraan dan prestasi patut disematkan kepada tuan rumah Kabupaten Bogoe sejak 7 Oktober lalu hingga tadi malam, Porda XIII Jawab Barat di Cibinong berjalan lancar.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhjanul Ulum menutup closing ceremony tersebut, “Selamat untuk Kontingen Kabupaten Bogor yang  berhasil meraih juara umum di Porda terbesar sepanjang sejarah,” Kata Uu Ruhjanul Ulum di sela-sela penutupan tadi malam (15/10).

Porda XIII Jawa Barat 2018, kata dia, banyak mencatat sejarah. Sebab menjadi perhelatan oahraga multievent dengan cabang olahraga dan atlet terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan Porda sebelumnya. “Kita berharap untuk penyelenggaraan Porda XIV 2022 mendatang di Tasikmalaya, Kabupaten Subang, setidaknya kesuksesan yang sama bisa dilakukan,” ucapnya.

Meski tidak semegah seremoni pembukaan, acara penutupan tetap meriah. Beberapa kesenian Bogor tampil. Mereka mampu memuaskan penonton yang ada di Pekansari, Setelah Porda Uu ingin agar Jawa Barat bisa menjadi Provinsi termaju termasuk di bidang olahraga, “Kami ingin menjadi Provinsi termaju menjadi juara dalam segala hal termasuk olahraganya dengan slogan Jabar juara lahir batin, salam olahraga.” tegasnya.

Semangat yang sama juga diungkapkan Bupati Bogor Nurhayanti. Dia berharap di Porda XIII/2018, Kabupaten Bogor bisa memberikan kegembiaraan serta semangat olahraga untuk para atlet yang sudah berjuan di ajang multievent empat tahunan tersebut, “Semoga Kabupaten Bogor bisa memberikan kegembiraan dan semangat olahraga dari semua pihak untuk dilanjutkan ke PON XX/2020 di Papua,” ungkapnya.

Menjadi juara umum Porda XIII Jabar 2018, ia berpesan agar seluruh atlet tidak cepat berpuas diri. Harus terus bersemangat berlatih dan dan meningkatkan diri demi menghadapi PON XX/2020.

“Capaian ini menjadi modal dasar kita untuk terus melakukan pembinaan atlet berprestasi sekaligus prestasi,” bebernya.

Jika kabupaten Bogor keluar sebagai juara umum, Kota bandung harus puas berada di posisi kedua dengan mengkoleksi 418 medali yang terdiri dari 131 emas, 150 perak, dan 137 perunggu.

Sementara posisi ketiga ditempati kontingen Kabupaten Bekasi yang mengumpulkan 329 medali. Perinciannya 88 emas, 105 perak, dan 136 perunggu. Di sisi lain kontingen asal Kota Bogor akhirnya mampu berbicara banyak dan bertengger di posisi keempat dengan total 162 medali yang terdiri dari 56 emas, 36 perak, dan 70 perunggu. Posisi paling buncit atau ke-27 adalah Kota Banjar yang pulang tanpa emas. Banjar hanya meraih 1 medali perak dan 3 medali perunggu.

Ketua KONI Jawa Barat Ahmad Saepudin menuturkan, dari sekian banyak cabang olahragayang turun di Porda 2018, Kota dan Kabupaten Bogor sangat siap dalam hal pembinaan atlet dan menjadi barometer penyelenggara Porda berikutnya, (nal/d)

Sumber : Koran Radar Bogor, edisi 16 Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here