40 Titik Longsor, Sijunjung Tanggap Darurat

79
sumber gambar : http://disk.mediaindonesia.com

Masa tanggap darurat musibah banjir dan longsor selama dua pekan ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terhitung sejak 4 November 2018. Masa tanggap darurat ini berdasarkan pertimbangan banyaknya daerah yang terdampak.

“Kita mencatat ada 40 titik longsor yang terjadi sejak jumat kemarin. Ke-40 titik itu diantaranya terdapat di wilayah Sumpur Kudus, Sisawah, Silokek, Paruh dan Sungai Betung. Longsor itu menimbun badan jalan. Sekarang tinggal lima titik yang masih kita bersihkan.” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sijunjung, Hardiwan, Senin (5/11)

Musibah longsor, kata Hardiwan, juga menelan satu korban jiwa di daerah tanjung gadang. Korban atas nama Gilang Tambunan  (5) ditemukan oleh tim rescue dalam kondisi meninggal dunia lantaran tertimbun beton rumah. Saat itu korban sedang tidur. Di tanjung gadang ini, sebanyak enam unit rumah rusak parah.

Hardiwan menjelaskan, selain longsor dan banjir yang merendam ratusan rumah warga dan 68 hektar sawah, juga ada jalan amblas sepanjang 75 meter di Nagari Kumanis. Bahkan sama sekali tidak bisa di lalui oleh kendaraan, baik roda empat maupun dua.

“Akibatnya, ribuan warga disana terisolir secara waktu. Dari 45 menit jarak tempuh, menjadi 2 sampai 3 jam, karena mereka harus memutar lewat jalur lintau.” ujar Hardiwan

Hardiwan menyebutkan, selama masa tanggap darurat ini, pihaknya akan melakukan pembersihan sisa material longsor yang masih menutupi badan jalan. Serta berupaya membenahi ruang jalan yang amblas itu.

“Jalur yang amblas ituakan kita benahi. kami akan buat dan kirim proposal ke BNBP. Jika BNBP tidak mengucurkan dana perbaikan, maka kita akan cari alternatif lain. Apalagi mengingat ruas jalan itu merupakan satu-satunya akses bagi warga di sana.” (Asep Saepudin Sayyef)

Sumber : Koran Jurnal Bogor Edisi 6 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here