Antisipasi LGBT, Satpol PP Awasi Taman Kota

112
Sumber gambar : https://images3.imgbox.com

Penyimpangan perilaku seksual Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang mulai marak di Kota Bogor, membuat berbagai ormas Islam geram. Jumat (9/11) mereka pun mendatangi Balaikota Bogor, untuk mendesak pemerintah lebih serius menangani perkara tersebut.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun berjanji akan mengawasi dengan ketat seluruh taman yang ada di Kota Bogor, dengan menempakan anggotanya. “Aturan mengenai tertib asusila itu ada di Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang ketentraman dan ketertibab umum. “ujar Kepala Satpol PP, Heri Karnadi kepada wartawan baru-baru ini.

Heri menyatakan, pihaknya aan membantu Park Ranger agar lebih mengintenskan terkait patroli taman-taman kota. Selain itu, patroli gabungan skala besar cipta kondisi dengan kepolisian dan TNI juga rutin dilakukan untuk mengamankan tempat-tempat rawan lainnya.

Sebelumnya, demonstran mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) anti LGBT.

Aksi dilakukan dengan melakukan long march dari Jalan Raya Tajur menuju Masjid Raya hingga Balai Kota Bogor. Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan “Tolak LGBT, Tolak Ide Kebebasan dan HAM, bendera merah putih, dan bendera tauhid. Selain itu, mereka juga membawa poster-poster berukuran kecil dengan tema sama.

Merka berorasi di depan Kantor Balai Kota Bogor diantaranya menolak tegas aktivitas dan kampanye LGBT. Meski diguyur hujan, ribuan massa dari kaum perempuan maupun pria tetap bersemangat menyerukan agar semua pihak untuk terlibat aktif melawan dan menangkal LGBT, menyerukan kaum muslimin agar meninggalkan ide kebebasan dan HAM, serta mendorong pemerintah daerah membuat Perda LGBT.

Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT Ustadz Abdul Halim mengatakan, aksi ini diadakan sebagai respon maraknya LGBT di Bogor. Disamping itu untuk mengingatkan semuah pihak akan bahaya LGBT yang bisa mengundang azab dari Allah SWT.

“Aksi ini juga sebagai wujud keprihatinan kita akan bahaya LGBT sesuai dengan hasil temuan Komisi Penanggulangan AIDS bahwa penularan AIDS tertinggi di Kota Bogor itu karena LGBT,” ujar Abdul Halim kepada Wartawan.

Atas dasar itu, para pendemo mendesak pemerintah daerah mengeluarkan regulasi pelarangan kegiatan LGBT di Bogor. “Aksi damai ini kita harapkan sebagai lahirnya aturan pelarangan LGBT di Bogor,” katanya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, Edisi 13 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here