Belajar Anak Akan Meningkat, Jika Baik Hubungan Sosialisasinya

65
Sumber gambar : https://terapikecerdasan123.files.wordpress.com

Penelitian baru menunjukan hubungan yang kuat antara guru, orang tua, dan siswa di sekolah lebih mungkin mneingkatkan kapasitas belajar siswa daripada dukungan keuangan. Studi ini menemukan modal sosial memiliki efek tiga hingga lima kali lebih besar daripada modal finansial pada nilai kegiatan membaca dan matematika milik anak-anak sekolah dasar.

Modal sosial adalah jaringan hubungan antara petinggi sekolah seperti kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat yang membangun kepercayaan dan norma yang mempromosikan prestasi akademik. “Kami menemukan bahwa uang tentu penting. Tetapi penelitian ini menunjukan modal sosial layak mendapat peran yang lebih besar dalam pemikiran kita,” kata Profesor Roger Goddard di Ohio State University di Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari Indian Express, Senin (5/11).

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Education for Student Paced at Risk. 5003 siswa dan guru di 78 sekolah dasar negeri di Michigan terlibat dalam penelitian ini. Guru menyelesaikan kuissioner yang mengukur tingkat modal sosial di sekolah mereka dan menilai seberapa banyak mereka setuju dengan pernyataan seperti, “Keterlibatan orang tua mendukung pembelajaran di sini”, “Guru di sekoalh ini mempercayai siswa mereka,” dan “keterlibatan masyarakat memfasilitasi pembelajaran di sini,”

Tim kemudian menggunakan kinerja siswa kelas empat berdasarkan tes membaca dan matematika untuk mengukur pembelajaran siswa. Hasilnya menunjukan rata-rata sekolah menghabiskan lebih banyak uang untuk memiliki nilai tes.

Namun, pengaruh modal sosial tiga kali lebih besar daripada modal finansial pada nilai matematika dan lima kali lebih besar pada skor membaca. “Modal sosial tidak hanya lebih penting daripada pembelanjaan instruksional, tetapi juga lebih penting daripada isu kemiskinan sekolah, susunan etnis, atau pencapaian sebelumnya,” ujar Goddard

“Lebih dari setengah modal sosial yang dimiliki sekolah tidak ada hubungannya dengan tingkat kemiskinan di komunitas yang mereka layani,” katanya lagi. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Junarl Bogor, 6 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here