Galian Ilegal Merajalela, Jalan Tambang Jadi Pembahasan

62
sumber gambar : https://img.beritasatu.com

PESONA RUMPIN RUSAK

Alam Rumpin, yang tadinya hijau dipenuhi pepohonan rindang, namun kini karena adanya pertambangan, lambat laun alam yang tadinya indah dipandang mata penuh denga pesona muai berubah jadi gersang. Bahkan sejak Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan daerah yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan itu sebagai kawasan areal pertambangan golongan C.

Selain merusak alam, keberadaan galian itu mengakiatkan kondisi jalan-jalan di wilayah pimpinan Camat Rumpin Zulkifli ini tak ada yang benar alias dalam kondisi rusak, karena beban yang melintasinya melebihi tonase.

“Dulu sebelum asa perusahaan galian, kawasan Rumpin sangat adem dan sejuk, karena banyak perkebunan karet, termasuk di daerah perbukitan, namun sekarang semuanya tinggal kenangan,” ujar Aceng, warga Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, kemarin.

Masih kata Aceng, perusahaan yang beraktifitas menggali sumber daya alam di Rumpin itu, tak hanya yang memiliki izin resmi saja, tapi ada sebagian yang ilegal. Ironisnya. aparat setempat dan di Pemerintah Kabupaten Bogor terkesan tutup mata. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya tindakan tegas.

“Saya sangat prihatin dengan fenomena ini, karena jika hal ini terus dilakukan tanpa ada batasan maka 5 atau 10 tahun kedepan Rumpin akan jadi daerah yang rusak karena terus dikeruk,” tambahnya.

Kepala Unit SatPol PP Kecamatan Rumpin Jumido mengaku hanya bisa mengawasi keberadaan tambang-tambang liat atau ilegal untuk selanjutnya dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja di Cibinong. “Biasanya yang tidak berizin itu milik perorangan. Kita pun sudah melakukan peneguran dan pembinaan dan pengarahan saja,” ujarnya.

“Kami tak mungkin menertibkan sendiri, makannya semua masalah tambang ilegal itu kita laporkan ke Sat Pol PP di Cibinong,” tandasnya.

Disisi lain Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil bakal membuat jalur tambang yang meliputi Parung Panjang, Rumpin dan Gunungsindur sampai perbatasan Provinsi Banten. Jalan tambang yang diperkirakan menelan duit 400 miliar dengan panjang 23 kilo meter itu menurut Ridwan Kamil bakaln diserahkan kepara pengusaha tambang.

“Untuk lahan ynag akan digunakan dibahas dulu bersama pengusaha tambang termasuk pembangunan fisiknya, kini sedang kita rumuskan bersama seluruh pengusaha tambang yang ada di wilayah barat Kabupaten Bogor,” katanya. (Cepi Kurnia)

Sumber : Koran Jurbal Bogor, Edisi 29 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here