Kejaksaan Garap KPU Kota Bogor

64
sumber gambar : https://www.rancahpost.com

KASUS dugaan korupsi kembali menggoyang kota hujan. Kali ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mengendus aroma tak sedap dari tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan, Korp Adhyaksa telah memintai keterangan sebanyak enam orang pegawai, termasuk seorang komisioner.

Kepala Kejari Kota Bogor, Yudi Indra Gunawan membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan kegiatan fiktif atau double anggaran yang terindikasi terhadap penyimpangan pengelolaan keuangan negara.

“Ya, dugaan kegiatan fiktif itu, diantaranya melakukan satu kegiatan tapi melakukan dua kali pencairan dana. Tapi saat ini kami sedang proses pengumpulan bahan keterangan. Tentunya kejaksaan berkeinginan mengusut hal ini sampai tuntas,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (28/11).

Saat disinggung sejauh mana pendalaman yang dilakukan kejaksaan seputar kasus tersebut. Yudi mengaku bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. “Masih di alami, sejauh ini sudah enam orang yang kami mintai keterangan. Tapi itupun belum ada status yang melekat. Kami minta masyarakat bersabar, sebab perkara ini belum final,” katanya.

Saat ditanya berapa potensi kerugian keuangan negara, Yudi menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan berapa nominal pastinya, sebab masih dalam tahap penyelidikan.

“Sejauh ini masih spekulasi, ya sekitar miliaran rupiah. Tapi kami tak boleh secara tegas menyatakan, karena dalam konteks penegakan hukum, informasi yang harus diberikan mesti tepat,” ucapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasikan perihal tersebut. Plt Ketua KPU, Edy Holky membenarkan bahwa kejaksaan telah memintai informasi terhadap sejumlah pejabat KPU pada Senin (26/11). “Saya dipanggil selaku komisioner, yang dinyatakan perihal struktur dan tugas fungsi komisioner,” katanya.

Iapun menegaskan bahwa hal tersebut takkan mengganggu tugas KPU menjelang Pemilihan Presiden. “Semua proses soal Pilpres harus tetap berjakan. Jadi takkan mengganggu kinerja KPU,” ucapnya.

Edy menegaskan bahwa pihaknya akan menghormati dan mengikuti proses yang tengah dilaksanakan kejaksaan. “Ya, kami menghormati dan akan menempuhnya secara prosedural,” tukasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 29 November

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here