Kenangan Orang Tua Pengaruhi Kesehatan

69
Sumber gambar : http://portalsatu.com/

Persepi dan kenangan tentang orang tua terbukti berpengaruh pada kesehatan jangka panjang seseorang. Mereka yang menyiman kenangan tidak menyenangkan cenderung mengidap penyakit kronis, termasuk depresi. “Sejumah pasien mendeskripsikan orang tua yang bersikap digin dan lalai. Disisi lain, orang-orang yang sehat memiliki kenangan positif mengenai kepengasuhan orang tua mereka,” ungkap penulis utama studi, William Chopik.

Profesor psikologi di Universita Negeri Michigan itu mengatakan, kunci kesehatan dan kebahagiaan seumur hidup adalah memperbaiki hubungan anak dengan orang tua. Temuan telah diterbitkan dalam jurnal Health Pychology.

Chopik mengatakan, risetnya adlaah penelitian longitudinal terbesar di antara studi lain dalam kategori yang sama. Dia mengumpulkan data sejak 1990-1n dari panel perwakilan nasional, lantas menguji dua sampel penelitian.

Kelompok data pertama yang diuji terdiri dari 7.000 orang dewasa paruh baya selama periode 18 tahun. Grup kedua yaitu 15.000 orang dewasa di usia akhir 60-1n selama enam tahun periode riset. Tim mengalisis aspek ingatan, sikap, dan kesadaran peserta.

Chopik menjelaskan bahwa efek fisik dan mental terkait persepsi mengenai orang tua tidak memudar seiring waktu. Para peserta ingat betul bagaimana perlakuan orang tua mereka semasa kecil, baik kenangan positif maupun negatif.

Kenangan tersebut dinilainya amat mampu menjadi pijakan untuk meramalkan keehatan dan tingkatan depresi orang dewasa. Selain itu, temuan Chopik memperkuat anggapan bahwa kenangan dapat berpengaruh pada perilaku seseorang.

“Akan sangat naif untuk berpikir bahwa hubungan masa lalu dan bagaimana kita mengingatnya, terutama dengan orang tua kita, tidak memengaruhi diri kita hari ini,” kata Chopik, dikutip dari laman Futurity. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 13 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here