Selatan Kabupaten Bogor Diterjang Bencana

187
Sumber gambar : https://www.infodesaku.co.id

Intensitas hujan yang terus mengalami peningkatan sejak tiga hari terakhir ini mengakibatkan tanah longsor, air meluap dan rumah roboh terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Di dua kecamatan misalnya yaitu Cigombong dan Cijeruk, tebingan tanah longsor di Kampung Baru RT 02 RW 07, Desa Wates Jaya, Cigombong yang mengakibatkan jalur kereta api Bogor-Sukabumi tertimbun tanah longsor di dua titik tepatnya di KM 19,89 dan KM 20,01. Kejadian sendiri terjadi pada pukul 13,35 WIB hingga kereta api Pangrango Sukabumi sempat tertahan di Stasiun Maseng menunggu proses pembersihan. Baru pada pukul 15,35 WIB, jalur kereta tersebut bisa di lalui kembali, “Sore tadi sudah bisa dilalui KA Pangarango,” ujar Kapolsek Cijeruk AKP Anak Agung Raka kepada wartawan, kemarin.

Sementaram di lokasi lain, tanah longsor terjadi di Kampung Bojong Kiharib RT 01 RW 02, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong mengakibatkan sebagian belakang rumah milik Ibu Dias tertimbun longsor. Tidak hanya disitu, longsor pun terjadi di RT 02 RW 02 yang mengakibatkan belakang rumah ibu Nanah terkena longsor, dan di Kampung Pangkalan RT 01 RW 01 satu rumah milik Mahmudin dan Sujatna pun terkena tanah longsor.

Selain longsor, beberapa rumah warga, masjid dan majlis ta’lim teredam air setinggi 1 meter di Kampung Tambakan, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong akibat meluapnya saluran air di wilayah tersebut. Selain di wilayah itu, luapan air terjadi di Kampung Muara RT 02 RW 03, Desa Ciburuy, Cigombong yang mengakibatkan 5 rumah warga terendam air setinggi 2 meter.

Tidak hanya longsor dan banjir, tembok pagar sekolah MAN 4 Bogor di Kampung Cijambu, Desa Cisalada, Cigombong pun ikut roboh akibat secara terus menerut diguyur hujan, dan bencana longsor masih terjadi di beberapa wilayah di Desa Ciburuy, Cigombong dan Desa Palasari, Cijeruk.

Sementara, Camat Cigombong, Basrowi mengatakan, saat ini Muspika fokus pada penanganan bencana yang di terjadi di beberapa desa yang ada di Kecamatan Cigombong. “Tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil saja yang terlihat,” ujar Basrowi kepada wartawan, Minggu (11/11).

Camat Cijeruk, Hidayat Saputra Dinata pun mengaku jika Muspita dan masyarakat serta BPBD Kabupaten Bogor terus fokus melakukan evakuasi. “Karena ada di beberapa titik lokasi, maka tim disebar untuk melakukan evakuai,” tandasnya.

Selain banjir dan longsor, sebuah pohon bambu tumbang hingga menutupi sebagian di jalan Raya Ciawi. Akibat kejadian ini arus lalu lintas terganggu. Petugas kepolisian dan Dishub terpaksa melakukan buka tutup jalur secara bergantian. Selanjutnya, jembatan yang menjadi akses warga Laladon Cilauk degan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, ambruk diterjang banjir. Tak cuma itu, empat unit rumah rusak tertimpa longsor dan satu rumah terdampak.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik (Ratik)pada BPBD Kabupaten Bogor mengaku pihaknya telat menempatkan anggota di beberapa titik wilayah yang terdampak bencana kemarin.

“Tim masih stand by di lokasi bencana. Khususnya si Cigombong kami mendirikan pos tangap darurat. Kami masih melakukan pendataan terhadap bencana kemarin. Untuk rumah yang terendam saat ini sudah mulai surut,” papar Sumardi. (Noverando)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, 12 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here