Vape dan Shisa Masuk KTR

54
sumber gambar : https://i.ytimg.com

Raperda Perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada DPRD. Di dalam regulasi itu, tak hanya rokok filter dan kretek yang dilarang, melainkan juga shisa serta vape (rokok elektrik).

“Alasan lainnya, karena baik shisa maupun vape menimbulkan efek kecanduan kepada para pengguna, atau ada efek perilaku yang perlu diwaspadai pada para pengkonsumsi rokok elektrik,” ujar Walikota Bima Arya, baru-baru ini.

Menurut dia, revisi juga dilakukan terhadap kewenangan sehingga tempat yang ditetapkan sebagai KTR diperluas dan tidak lagi hanya 8 tempat sebagaimana yang diatur di dalam perda KTR sebelumnya. Tempat-tempat baru yang dikategorikan sebagai KTR selanjutnya akan ditetapkan dan diatur di dalam sebuah Peraturan Walikota.

Terakhir terdapat ketentuan yang mengatur perihal display atau tempat penjualan rokok seperti yang terdapat di mini supermarket dan perihal sponsor rokok yang dilarang untuk mendukung penyelenggaraan berbagai event atau kegiatan yang diselenggarakan masyarakat.

Dismaping itu terdapat ketentuan untuk memasang larangan melakukan penjualan rokok terhadap anak-anak dengan usia dibawah 18 tahun. “Berdasarkan hasil sebuah penelitian disebutkan, bahwa perilaku merokok pada usia dini merupakan awal untuk menumbuhkan kebiasaan mengkonsumsi narkoba dan menjadikan ketergantungan pada narkoba.” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menyatakan, 15 persen pelajar di Kota hujan merupakan perokok. “Pelajar di Kota Bogor jumlahnya 11 ribuan. Sekitar 15 persennya perokok, baik laki-laki maupun perempuan. ini data hasil penelitian tahun 2016,” ungkapnya.

Rubaeah mengatakan, pihaknya menaruh perhatian yang besar terhadap generasi yang akan datang sesuai program pemerintah dan nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, salah satunya ingin mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sehat tanpa asap rokok.

“Untuk itu Pemerintah Kota Bogor berkomitmen mengendalikan tembakau di wilayah Kota Bogor. Melalui kegiatan hari ini kita berharap kehadiran semuanya mendukung komitmen kita,” harapnya.

Ia menambahkan, sejak 2009 Kota Bogor telah mengendalikan tembakau dengan diterbitkan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) nomor 12 Tahun 2009. Perda tersebut untuk melindungi para perokok pasif, anak-anak, para ibu dan wanita. (Fredy Kritianto)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 28 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here