Aksi Pencurian Bermodus Pecah Kaca Terekam CCTV di GOR Pajajaran

78
sumber gambar : https://riau.seruji.co.id

Aksi pencurian kembali terjadi di Komplek GOR Pjajaran. Kali ini, giliran kawanan garong modus pecah kaca berhasil menggondol barang-barang berharga dari dua unit mobil yang terparkir tepat di luar Stadion Pajajaran pada Sabtu (1/12).

Pencurian tersebut berhasil terekam kamera pengawas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Dalam rekaman tersebut terlihat empat orang pria yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor jenis Jupiter MX warna hitam merah dan Yamaha Mio biru menghampiri dua mobil, yakni Daihatsu Luxio dan Honda HRV yang terngah terparkir.

Setalah memastikan situasi aman, dua pria turun dari sepeda motornya dan langsung memecahkan kaca kiri mobil dengan cara melempar sesuatu ke kaca tersebut. Setelah berhasil menggondol sejumlah barang berharga keempat pria tersebut langsung mearikan diri.

Kepala Dispora, Eko Prabowo mengatakan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 15:30 WIB hingga 15.46 WIB. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan warga. Dan ini menjadi pelajaran agar setiap pengunjung selalu berhati-hati. Karena area parkir memang tak dijaga,” katanya kepada wartawan, Rabu (5/12).

Eko menyatakan bahwa pencurian dengan modeus pecah kaca baru sekali terjadi di GOR Pajajaran, sejak 2017 lalu. Menurutnya, rekaman CCTV tersebut telah diminta oleh pemilik kendaraan untuk diserahkan ke polisi. “Terakhir 2017, dan baru terjadi lagi sekarang,” ucapnya.

Eko menuturkan bahwa pemerintah akan meningkatkan kualitas keamanan GOR Pajajaran melalui penerapan secure parking yang akan dilaksanakan Januari 2019 mendatang. “Mudah-mudahan dengan adanya penerapan secure parking ileh Dishub dapat memberikankepastian keamanan dan kenyamanan bagi pengguna GOR Pajajaran,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Bidang Infokom KNPI Kota Bogor, Asep Supriyanto meminta pemerintah tak hanya sebatas menerapkan secure parking saja, melainkan juga selama 24 jam penuh untuk mengontrol kawasan GOR Pajajaran. “Saya kira kalau cuma secure parking saja takkan maksimal, harus dibarengi dengan adanya security yang rutin berpatroli selama 24 jam,” ucapnya.

Menurut dia, aksi pecah kaca dan pembobolan Kantor DPD KNKP beberapa waktu lalu, yang menyebabkan kerugian jutaan rupiah, tak terlepas dari tidak adanya penjagaan di Komplek GOR Pajajaran. “Kami menyarankan, pemkot jga mesti memperhatikan sisi keamanan. Ya, misalnya bisa menugaskan Pol PP untuk berjaga selama 24 jam. Negara itu kan harus menjamin kanyamanan masyarakat,” katanya.

Diketahui, sepanjang 2018 telah terjadi sebanyak 6 kali, dua kali pencurian sepeda motor, pembobolan Kantor DPD KNPI, dua kali pencurian handphone di Kolam Renang Mila Kancana, dan yang terakhir pencurian dengan modus pecah kaca.

Dewan Soroti Kebijakan Secure ParkingĀ 

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Teguh Rihananto mengatakan bahwa penerapan secure parking harus dibarengi dengan aturan yang jelas. “Kalau kerjasama dengan pihak ketiga, konsep kerjasamanya harus jelas dulu landasan hukumannya seperti apa, kalau memang dikelola dengan dishub juga harus pasti sistem penggajiannya seperti apa, status operatornya bagaimana dan merekrut dari mana karena minimal harus paham tentang pengoprasian mesin parking itu sendiri,” katanya.

Ia mengaku bahwa sejauh ini belum mengetahui bagaimana pola sistem pengelolaan secure parking tersebut. “Pemkot juga harus memastikan pelayanan ke arah yang lebih baik agar bisa memberi keamanan dan kenyamanan pengunjung GOR,” tukasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, edisi 5 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here