Dayeuh Disapu Angin Puyuh

59
sumber gambar : https://i1.wp.com/www.heibogor.com

ENY TEWAS & 848 RUMAH HANCUR

Area seputaran Dayeuh Pakuan yakni Kelurahan Pamoyanan, Cipaku, Lawanggintung di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor di sapu angin puyuh (puting beliung), Kamis (6/12), pukul 15:07 WIB. Angin puyuh terlihat bergerak dari arah Pamoyanan ke Batutulis, dekta makam Mbah Dalem ketuka hujan deras mengguyur Kota Hujan. Akibatnya, 848 rumah warga di kawasan Kecamata Bogor Selatan dan Timur porak poranda. Bahkan, puting beliung juga turut menghancurkan instalasi listrik. Sedangkan yang meninggal tertimpa pohon adalah seorang ibu bernama Eny Reno (46), warga Perumahan Bogor Nirwana Residance (BNR), RT 03/RW 12, Kecamatan Bogor Selatan.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Riyanto mengatakan di Kelurahan Batutulis terdapat 160 rumah rusak yang berlokasi di RW 07 RT, 01, 02 dan 03 terdapat 160 rumah yang rusak, dan tiga pohon tumabng. “Di Pamoyanan ada 300 di RW 01,07,13 dan 14 hancur. Sedangkan di Cipaku terdapat 220 rumah yang hancur. D i lawang gintung ada 85 yang rusak,” jelasnya melalui keterangan tertulis.

Terpisah, Kabag Ahmad Royadi mengatakan bahwa rata-rata rumah yang rusak pada bagian atapnya. “Anginnya dahsyat sekali, genteng rumah warga pada berterbangan, tapi alhamdulillah dari laporan warga tidak ada korban jiwa dan warga saat ini sudah mulai tenang,” kata Ahmad di lokasi.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi terhadap korban puting beliung dengan berkoordinasi melalui Badan Penaggulagan Bencana Daerah (BPBD), supaya nantinya oerlu dibangunkan posko bencana atau tidak.

Di Kelurahan Batutulis terdapat sebanyak 10 kepala keluarga (KK) yang berasal dari RT 01, 02, dan 03 RW terpaksa mengungsi di Masjid Al Mutadin. Knedati demikian, sebagian korban masih menjaga barang berharga yang ada di rumahnya.

Angin puting beliung juga menyebabkan lima unit mobil dan puluhan sepeda motor, dua di antaranya merupakan angkot 0114 berplat nomor F 1909 AZ dan angot 02 F 1932 AF juga ringsek dihantam pohon.

Bahkan, seorang pengemudi mobil Toyota Avanza warna silver berplat nomor F 1618 EY yang dikendarai Enoy Reno (46) warga perumahan Bogor Nirwana Residence meninggal lantaran pohon di kawasan Batutulis atau tepatnya di depan Makam Mbah Dalem. Sementara satu unit Toyota Calya hitam berplat nomor F 1577 RZ seRTa Daihatsu Zebra merah F 1371 CH ikut hancur.

Sementara Camat Bogor Selatan Sujatmiko BaliaRTo saat dikonfirmasi di Lawang Gintung, pihaknya belum mendapat laporan pasti berapa rumah warga yang jadi korban puting beliung itu “Tadi dapat laporan di wilayah Cipaku ada sekitar 50 rumah yang mengalami kerusakan, tapi untuk wilayah lainnya belum dapat laporannya,” kata Jatmiko.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Kota Bogor, Agus Gunawan mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat lima pohon yang tumbang pada Kamis (6/12), “Di antaranya di Jalan Siliwangim Jalan Lawang Gintung, Batutulis, Cipaku, dan Pamoyanan,” katanya.

Saat ini, pihaknya menunggu tindaklanjut selanjutnya terkait asuransi pohon yang tumbang menimpa kendaraan. “Asuransi diberikan untuk pohon yang ada di jalur hijau dan ditaanam oleh Pemkot Bogor,” jelasnya.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor Budi Hendrawan mengatakan, pihaknya menerjunkan puluhan petugas untuk melakuakn evakuasi pohon tumbang, dan mengirimkan dua tim reaksi cepat untuk memantau lokasi yang terkena puting beliung.

“Kami akan mebangun posko kecil untuk menginventarisir jumlah korban. Total rumah yang rusak terkena puting beliung, masih dalam tahap pendataan. Karena lokasinya banyak dan tersebar di Kecamatan Bogor Selatan dan Timur,” ungkapnya. (Ferdy Kristianto & Handy Mehonk)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 7 Desember 2018


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here