Dinkes Diminta Tindak Oknum Pegawai Puskesmas

64
sumber gambar : http://papuanews.org

Pengurus Daerah Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor segera mencopot dua oknum pegawai Puskesmas Kayumanis lantaran diduga tidak memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Kepada wartawan, Ketua Umum Kopma GPII, Lathif Fardiansyah menyayangkan terjadinya tindakan buruk dan tidak profesional yang dilakukan pegawai di Pusesmas Kayumanis.

“Masyarakat datang untuk berobat, sangat disayangkan di puskesmas Kayumanis ada masyarakat yang datang tidak diberikan pelayanan yang baik, malah dibentak dan dimarahi oleh seorang dokter yang bernama Imel, apalagi sampai suami si pasien didorong oleh salah satu staf di puskesmas yang bernama Dare, itu sangat tidak mencerminkan pelayanan terhadap masyarakat” ujar Lathif, dalam siaran persnya, Rabu (5/12).

Lathif mempertanyakan terkait SOP pelayanan untuk masyarakat, sehingga jangan dijadikan bualan belaka. Namun, harus diterapkan agar tak tebang pilih. “Semua pasti ada SOP nya, dan pasien memiliki hak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, dengan adanya kejadian seperti ini bearti hal tersebut tidak dijalankan dengan baik dan harus dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lathif meminta kepala Dinkes Kota Bogor sebagai pimpinan harus mempertanggungjawabkan atas insiden tersebut yang memperlihatkan kebobrokan pelayanan kesehatan di Kota Bogor dengan adanya tenaga kesehatan yang tidak berkualitas.

“Ini merupakan kebobrokan pelayan kesehatan di Kota Bogor, jangan sampai ada lagi kejadian serupa, kami meminta Kepala Dinas Kesehatan segera mengambil tindakan tegas dan cepat terhadap dua orang tersebut agar segera dicopot,” ucapnya.

Peristiwa berawal ketika ada warga datang ke Puskesmas Tanah Sareal pukul 14:00, amun ketika pasien masuk ke ruangan dokter, terjadi cekcok dengan dokter tersebut. Kemudia suaminya yang berinisial AM masuk ke ruangan dokter untuk mengetahui cekcok yang terjadi, namn pasien dan suaminya malah mendapat tindakan intimidasi.

Sementara itu, hingga berita ini belum diturunkan Kepala Dinas Kesehatan, Rubaeah tidka bisa dihubungi. (Fredu Kristianto).

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 6 Desember

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here