Fasilitas Stadion Pakansari Rusak

55
sumber gamabr : http://kampiun.id

Pemerintah Kabupaten Bogor akan menuntut pertanggungjawaban panitia pelaksaan (Panpeli) pertandingan Liga 2 PSSO, untuk memperbaiki fasilitas Stadion Pekasari yang dirusak oknum supporter atau pendukung dari Persita Tangerang, saat tim berjuluk Pendekar Cisadane berhadapan dengan Kalteng Putra, untuk memperebutkan posisi ketiga, Selasa (4/12) dengan kedudukan 0 : 2 untuk keunggulan tim dari Pulau Borneo atau Kalimantan.

“Beberapa fasilitas yang rusak, diantaranya kursi di tribun selatan, terhitung ada 45 buah kursi yang copot dan dilemparkan oknum supporter ke pinggiran lapangan, kemudian atap fiber tempat official dan pemain cadangan pecah, kena lemparan benda keras,” kata Sekretaris Daerah Adang Suptansar, kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/12).

Adang pun menyayangkan, sikap tidak dewasa supporter yang melakukan perusakan, apalagi mereka datang ke stadion kebanggan warga kabupaten Bogor, yang biaya pembangunanya menelan anggaran hampur Rp 1 triliun itu kapasitasnya sebagai tamu.

“Menang atau kalah dalam pertandingan sepakbola itu hal yang biasa, seorang supporter sejati akan menyikapinya secara denwasa dan bijak, bukan sebaliknya melakukan perusakan dan menjadikan fasilitas stadion sebagai korban ketidak puasan,” ungkapnya.

Adang menegaskan Stadion Pekansari untuk waktu yang belum ditentukan tidak boleh digunakan, untuk menghelat pertandingan sepakbola dan lain-lainnya, kecuali acara kenegaraan. Pertandingan sepakbola Liga I antara PSMS Medan melawan PS. Tira yang digelar Rbu (05/12) menjadi pertandingan terakhir di Stdion Pakansari.

“Pertandingan PSMS Medan vs PS. Tira sudah dapat izin dari Kepolisian Resort Bogor, sehinngga tidak mungkin dibatalkan, makanya kita putuskan, setelah pertandingan klub asal Medan dan Bantul, Yogyakarta, tidak ada lagi pertandingan, sebelum perbaikan fasilitas stadion selesai diperbaiki,” tegasnya.

Pelarangan itu, kata Adang, intruksi langsung dari Bupati Nurhayanti, yang memerintahkannya meninjau kondiis stadion setelah menerima informasi, bia pertandingan antara Kalteng Putra lawan Persita Tangerang ada keributan.

“Kami juga sudah layangkan surat kepada Panpel pertandingan, untuk secepatnya memperbaiki fasilitas stadion, termasuk mengganti 45 kursi yang rusak. Nah, untuk kursi, kami minta spek dan jenisnya sama tidak boleh berbeda,” katanya.

Teknisnya kata Adang, diserahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), untuk sementara waktu ini ditunjuk sebagai pengelola Stadion Pekansari. “Setiap penyewa stadion, selain kewajiban membayar uang sewa dan kebersihan, mereka juga diwajibkan mengganti setiap fasilitas stadion yang rusak dan itu tercantum di pasal perjanjian penyewaan,” katanya.

Adang menegaskan, kedepannya, Dispora jangan asal menyewakan stadion, tapi harus pilih-pilih, seperti pertandingan sifatnya nasional dan internasional, karena bagaimana pun Stadion Pekansari itu, termasuk stadion berkelas. “intinya jangan asal pertandingan, bejar dari kejadian Selasa lalu, Dispora harus lebih selektif lagi lah,” tutup Adang. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, 5 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here