Fintech Berperan Penting Dalam Demokrasi Financial

99
sumber gambar: https://i.doanhnhansaigon.vn

Pada umumnya, kita memang lebih mengenal dunia perbankan dari sisi consumer banking-nya saja, kecuali kalau kamu memang bekerja di perbankan. Dunia perbankan sebenarnya lebih luas dari sekedar kegiatan setor-tarik atau bayar-bayaran.

Sebagai anak muda, kamu juga harus tahu lebih banyak mengenai kebutuhan finansialmu. Selain menabung, kita juga perlu untuk melakukan budgeting, investasi, divestasi aset bahkan pinjam-meminjam untuk berbagai kebutuhan.

Sejak dulu, kita tahu bahwa sebagian besar uang di dunia ini dikuasai oleh segelintir orang kaya yang itu-itu saja. Banyak orang menyebutnya sebagai dampak dari kapitalisme, di mana kelompok-kelompok elit tertentu memonopoli sebagian besar pergerakan finansial.

Kamu mungkin merasa sangat mustahil untuk bisa bersaing dengan raksasa-raksasa ekonomi yang sejak dulu menguasai pasar itu, karena itulah lahir gerakan Demokrasi Finansial.

Gerakan demokrasi finansial ini sebenarnya sudah sangat lama muncul, namun teknologi finansial yang saat ini berkembang pesat membuatnya menjadi lebih kuat. Kalian pasti pernah mendengar istilah crowd funding atau situs-situs seperti KickStarter, GoFundMe, kalau di Indonesia ada KitaBisa.com dan lain-lain.

Konsepnya, kita bisa mendanai apapun (baik itu kausa profit maupun non-profit) secara keroyokan. Kenapa keroyokan? Karena keroyokan lebih greget dari pada gotong-royong.

Hehehe, ya karena kebersamaan adalah kekuatan, sehingga kita bisa menyatukan kekuatan finansial dan menjalankan sebuah kausa tanpa bergantung pada raksasa ekonomi yang selama ini menjadi investor utama.

source: https://evanstinger.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here