Tak Sekedar Seremonial, Jadikan Kabupaten Lumbung Produk Ikan dan Ternak

60
sumber gamabr : https://diasweethealthy.com

Kabupaten Bgor, sudah lama dikenal sebagai daerah penghasilan ternak baik hewan maupun ikan. Sektor peternakan menjadi sumber mata pencaharian ratusan ribu kepala keluarga, angka tersebut belum ditambah dengan para pelaku usaha yang memproduksi makanan dengan bahan baku hewani.

“Usaha sektor perternakan selama puluhan tahun menjadi pendorong roda perekonomian Kabupaten Bogor, karena dari peternakan itu, ada produk turunanya, berupa bahan makanan,” kata Bupati Nurhayanti, saat mebuka gestival produk makanan hewan halal, sehat dan aman, Selasa (11/12).

Selain mendatangkan keuntungan dari sisi ekonomi, kata Nurhayanti, potensi produk peternakan dan turunanya di Bumi Tegar Beriman ini sangat membantu peningkatan gizi masyarakat, karena dengan melimpahnya produk peternakan, masyarakat bisa mudah mendapatkannya tentunya dengan harga yang lebih terjangkau.

“Konsumsi protein hewani secara cepat akan meningkatka kualitas gizi, imbasnya kualitas kesehatan masyarakatpun akan lebih baik, bahkan sampai tingkat kecerdasan. Namun, ada syaratnya, produk hewani yang dihasilkan dan dipasarkan kepada umum harus aman, artinya tidak mengandung zat kimia berbahaya dan halal,” ujarnya.

Nurhayanti meminta, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait bekerja sama membina para pelaku usaha produk makanan yang sumber bahan bakunya dari hewan dan ikan. “Tugas ini tak bisa dibebankan kepada satu SKPD saja, misalnya Disnakan, tugasnya meningkatkan produktifitas hasil ternak dan bagaimana mengolah jadi sumber makanan. Nah, untuk keamanan dan kelayakan produk bagian dari tugas Dinas Kesehatan, lalu pembinaan pelaku usaha, khususnya untuk skala UMKM dan koperasi, itu jadi tugas Dinas Koperasi dan UMKM,” katanya.

Festival makanan hewani aman dan halal, kata Nurhayanti harus jadi barometer untuk meningkatkan edukasi masyarakat mengenali produk hewani yang aman dikonsumsi. “Pengenalan masyarakat soal produk maknan dari sumber hewan masih minim. Ini perlu terus disosialisasikan, agar tujuan meningkat kualitas kesehatan dnegan mengkonsumsi produk makanan hewani tercapai, bukan sebaliknya mendatangkan malapetaka,” tegasnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Siti Farikah mengatakan, festival ini bagian dari kampanye untuk memberikan pemahaman atau pengenalan kepada masyarakat soal makanndari produk hewani yang aman dan halal, “Festival diikuti sejumlah produsen produk hewani yang sudah dikenal masyarakat serta produk yang dihasilkan pelaku atau kelompok Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM),” katanya.

Farika mengungkapkan, kurangnya informasi produk dengan bahan baku hewani yang dihasilkan UMKM membuat usaha yang mereka rintis jalan di tempat, lantaran sepinya permintaan dari konsumen. “Jadi, acara festival produk hewani ada dua tujuan, pertama memperkenalkan produk makanan hewani kepada semua elemen masyarakat dan kedua membantu pemasaran produk yang dihasilkan para pelaku UMKM. Ya bisa dibilang, sekali mendayung dua pulau terlampai,” tutupnya. (Mochamad Yusuf)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, edisi 12 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here