Anggaran R3 Belum Bisa Cair

128

Pelunasan lahan seluas 1.987 meterpersegi milik Hj Siti Hodidjah yang terdampak proyek jalan Regional Ring Road (R3) Seksi II diKelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, akan segera dituntaskan pemkot Bogor.

Sekertaris Daerah kota Bogor Ade Sarip Hidayah mengatakan bahwa saat ini hasil evaluasi Gubernur sudah clear dan sudah dibahas dengan DPRD bahwa anggaran harus dipindahkan dari Belanja tidak terguga (BTT) kebelanja langsung (BL).

“ya, rekomendasi Gubernur sudah dterima, sudah dibahas juga dengan teman-teman DPRD, tinggal menunggu tahapannya saja untuk dibayarkan kepemilik lahan,” ujar Ade, belum lama ini.

Tetapi, ketika disinggungkapan dana tersebut dicairkan. Ade menyatakan bahwa anggaran itu tidak serta merta bisa langgsung di cairkan, karena harus melalui beberapa tahapan.

“Belum bisa dilakukan pencairan, karena ada beberapa tahapan diantaranya harus dilakukan penilaian appraisal lalu disusun dan di eksistensi jadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) oleh Dinas pekerjaan umum dan prnataruang (PUPRI).” Katanya

Ade menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dan belum mengetahui berapa nilai pasti dari hasil penilaian appraisial. “Saya belum lihat, dan ini rahasia mereka (PUPR),” katanya.

Sementara itu, praktisi hukum, Dwi Arsywendo menyatakan bahwa anggaran BTT dapat dibebankan secara langsung dan diperuntukan untuk pengembalian atas kelebihan penerima tahun sebelumnya, atau dilakukan melalui proses pergeseran anggaran dari mata anggaran belanja tidak terguga kepada belanja langsung maupun tidak langsung sesuai dengan sifat dan jenis kegiatan yang diperlukan. Namun, pergeseran tersebut harus sesuai dengan sifat dan jenis kegiatan.

“Sesuai dengan pasal 27 PP nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolahan keuangan Daerah, pergeseran BTT kebelanja langsung harus untuk pengeluaran yang sifatnya bencana. Intinya dana BTT tersebut hanya bisa disalurkan kepada SKPD yang membidangi masalah penanggulangan bencana”ungkapmya.

Dengan demikian, kata Dwi, data BTT sejumlah Rp14 miliar lebih dinilai tidak tepat bila dimasukkan kedalam belanja langsung yang digeser kedalam anggaran SKPD, karena penggantian lahan R3 bukan termasuk bencanaalam maupun bencana sosial yang tidak di perkirakan sebelumnya.

“Pertanyaannya sekarang bagaimana mengenai dana yangdisiapkan pemkot Bogor pada 2014, yang kabar nya telah dikonsinyasi di PN bogor. Kalau memang benar itu ada dikemanakan dana tersebut. Sebaliknya dikembalikan dulu keatas daerah”.FREDY KRISTIANTO

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 4 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here