Bogor Selatan Mendadak Banjir

93
sumber gambar: https://cdn.medcom.id

Puluhan rumah dan hektaran sawah di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mendadak terendam air akibat gorong-gorong baja amblas karena teralu sering diewati mobil truk bermuatan tanah dan semen. Gorong-gorong itu pun tak bisa menampung limpahan air buangan dari area pembangunan tol Bocimi hingga Kali Cimakaci meluap, Selasa (2/1), setelah intensitas hujan yang tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Rumah yang terendam terletak di Kelurahan Bojong Kerta. Ketinggian banjir hingga mencapai dada orang dewasa dan bisa menghanyutkan mobil angkot. Dikatakan Herman (49), warga Kampung Cikobak, Kelurahan Bojongkerta menuturkan, air tiba-tiba memasuki pekarangan rumah dan terus meninggi hinga masuk ke dalam rumah miliknya. “Hujan dari jam 12 terus naik sampai sekitar jam 2 siang sudah sepinggang,” tutur Herman.

Menurutnya, hujan deras selama kurang lebih 2 jam menyebabkan meluapnya anak Sungai Cisadane itu mengakibatkan pemukiman warga terendam banjir, “Semenjak diperbaiki, lebar aliran kali malah jadi mengecil. Ketika hujan deras kali tidak bisa menampung debit air sangat banyak” kata dia. “Perbaikan gorong-gorong itu diatasnya di cor semen, tapi dibawahnya tidak diperbaiki. Akibatnya beban gorong-gorong jadi berat dan gepeng,” sambung Iwan, warga Kampung Anyar, Cikobak.

Tak hanya pemukiman warga, banjir juga merendam ruas jalan akses antar keluarahan di Kecamatan Bogor Selatan. Akibatnya, pengendara lebih memilih memutar arah atau menunggu banjir surut.

Sebagian masyarakat yang tinggal persis di kawasan pinggiran kali telah mengungsi ke tempat lebih aman. Namun, sebagian masyarakat masih bertahan di rumah karena khawatir akan kehilangan harta benda mereka. “Hingga petang ini sebagian wlayah di Rancamaya masih terendam banjir,” kata Susanto anggota Tagana Kota Boor Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan korban banjir tersebut.

Sementara itu Walikota Bima Arya Sugiarto menurutkan di lokasi kejadian, banir yang merendam sejumlah rumah di Kampung Cikobak ini diakibatkan intensitas hujan tinggi sehingga volume air naik.

Namun Bima menegaskan, banjir dari penggunaan Tol Bocimi, jadi menurutnya berdampak disalurkan drainasenya mengecil sehingga tidak kuat menampung volume air yang tinggi.

“Tetapi saya lihat di di lapangan kemungkinan besar ada indikasi karena dampak dari pengerjaan di Bocimi sehingga membuat saluran drainasenya itu kelihantannya mengecil, karena jalannya ini turun dari perut jalan karena sering dilewati alat-alat berat saat pengerjaan tol itu.” tegasnya.

Bima melanjutkan, dalam peristiwa ini dilaporkan ada sekira 22 kepala keluarga ini dievakuasi dan diungsikan dulu sementara di masjid terdeat. Bima mengintruksikan Dinas sosial dan BPBD untuk segera mengirim bantuan seperti pengaaan alas tidur, pakaian dan bahan makanan.

“Saya akan bekerja sama dengan PURP unutk segera menghubungi pihak Bocini unutk bersama-sama melakukan perbaikan-perbaikan fisik yang diperlukan, jangka pendeknya apa saja yang perlu diperlukan unutk itu saya akan komunikasikan dengan pihak Bocimi,” tuutpnya. (Handy Mehonk)

Sumber: Koran Jurnal bogor, Edisi 3 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here