Kabupaten Bogor Kembangkan Jagung Hibrida

66
https://www.google.com

“Dari lahan tersebut kami berencana memanfaatkan lahan tersebut di tanam jangung, Hibrida. Kecamatan Mega mendung akan dijadikan sentra jagung Hibrida,” Kata kepala Dinas ketahanan pangan Surisno, Kepada wartawan baru-baru ini.

Sotrisno menerangkan, untuk mencapai tujuan sentra jagung hibrida tersebut, Pemkab tidak , memberikan langsung bantuan bibit, pupuk ataupun modal kepada para petani melalui ketua kelompoknya.

“Kami sudah gandeng pihak ketiga dalam memberikan bantuan pinjaman dengan bunga 0 persen, agar tanaman jagung hibrida ini tumbuh maksimal. Posisi kami melalui UPT pertanian VII memberikan bimbingan teknis kepada kelompok petani,” ujarna.

selain itu, kata Sutrisno, Pemkab juga mencarikan pembeli, untuk menampung semua hasil panen para petani, karena kelemahan selama ini pemasaran. Para petani diberikan pinjaman modal Rp 6 juta per hektare.

“Saya optimis kehidupan petani membaik dengan menjalankan program sentra  jagung hibrida yang juga merupakan salah satu program pemerintah pusat saat ini,” jelasnya.

Kepala UPT pertanian VII Teguh Irianto menuturkan, program sentra jagung hibrida dipusatkan di tiga desa, ykni Sukamaju, Sukagalih dan Sukaresmi. Tahap pertama akan dikembangkan seluas 20 hektar dari 50 hektar yang direncanakan. Petani yang menanam jagung hibrida ini dibagi dalam lima kelompok.

Penanaman jagung Hibrida ini kata Teguh sangat mudah dan masa panennya cukup singkat, yakni empat bulan. “Program sentra jagung Hibrida ini juga dalam upaya membudidayakan, agar petani di Megamendung atau kawasan Puncak lebih memilih menanam jagung hybrid, karena harga jualnya Rp.4.500 per kg ketimbang menanam jagung manis yang harganya cuma Rp.2.500 per kg,” ungkapnya.

Teguh menjelaskan, sistem penanaman jagung bisa tumpang sari, sehingga bisa menambah pendapatan petani jagung Hibrida binaan Pemkab Bogor.

” Sebelum umur jagung Hibrid satu bulan, para petani bisa menanam caisin, daun bawang dan lainnya. Saya yakin keuntungan petani bisa Rp 13-15 juta perhektar sementara biaya produksi hanya tambah sedikit untuk membeli bibit sayuran saja,” tutupnya

MOCAMAD YUSUF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here