Kota Bogor Kekurangan 900 Ruang Kelas

183
sumber gambar: https://media.beritagar.id

Prasarana pendidikan, yakni ruang kelas di Kota Bogor belum memenuhi kebutuhan. Setidaknya Kota Bogor masih kekuranan 900 ruang kelas yang tersebar di Sekolah Dsar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pneidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengemukakan, bahwa Pemkot Bogor tak mungkin membangun sekaligus kebutuhan 900 ruang belajar dalam satu tahun anggaran. “Pembangunan 900 rang kelas itu harus secara bertahap karena melihat kemampuan APBD,: katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut dia, dalam konsep pembangunan ruang kelas haus memanfaatkan gedng sekolah yang ada dengan dibangun vertikal karena pertimbangan keterbatasan lahan.

“Jadi kita tidak beli lahan. Jadi menguubah angunan 1 lantai menjadi 3 lantai. Pasti proses pembangunan agak lama. Berapa lama selesainya saya tidak tahu, makanya harus fokus agar makin cepat,” jelasnya.

Ia menuturkan, untuk rehab sekolah ada beberapa bantuan yang dikucurkan langsung secara swakelola dari pemerintah pusat tahun ini. Namun tidak ada dari Pemrintah Provinsi Jawa Barat.

Gedungsekolah di Kota Bogor terdata berjumlah 200 SD Negeri dan 50 SD swasta. Sementara SMP Negeri berjumlah 20 sekolah dan SMP swasta mencapai 110 sekolah. Dari semua itu totalnya terdapat 3.500 ruang kelas.

“Jadi masih dibutuhkan 900 ruang kelas. Makanya ada beberapa SD di Kota Bogor menerapkan sistem shift sehingga siswa-siswi ada yang masuk pagi dan siang. Sedangkan di SMP hampir sudah tidak ada,” tukasnya. 

Sumber: Koran Bogor Jurnal, edisi 9 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here