Obesitas Disebabkan Sering Konsumsi Makanan Cepat Saji

161
sumber gambar : https://media.beritagar.id

DIREKTUR Gizi Mayarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardy mengatakan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kondisi kelebihan berat badan atau obesitas. Makanan cepat saji dan makanan olahan memiliki kadar gula, garam, dan lemak tinggi.

Doddy mengatakan pola konsumsi masyarakat terhadap makanan cepat saji dan olahan dengan kadar gula, garam, dan lemak (GGL) tinggi merupakan tantangan dalam pengendalian obesitas. “Tantangan terberat yang kita hadapi adalah makanan olahan yang bergitu masif, itu yang tidak bisa kita hadapi,” kata Doddy, Rabu (16/1).

Menurut Doddy, saat ini di Indonesia masih lemah dalam hal acuan label pangan yang menginformasikan kandungan GGI, tinggi tersebut. Seharusnya kata Doddy, pola konsumsi masyarakat disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan pedoman gizi seimbang.

Masyarakat juga dianjurkan untuk membaca label kandungan gizi di setiap makanan olahan saat membelinya agar bisa memahami sebatas mana yang harus dikonsumsi. “PP-nya sedang diinisiasi oleh BPOM, kami meminta BPOM untuk hati-hati dalam memberikan promosi terhadap makanan-makanan yang tidak bergizi baik, bukan tidak sehat tapi tidak bergizi baik,” kata Doddy.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Anung Sugihantono sebelumnya mengatakan Kemenkes telah mengomunikasikan hal terkait pelebelan pada makanan dengan kadar GGI tinggi. Namun, pembahasan tersebut, yang berkaitan dengan Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan belum membuahkan hasil dalam pelabelan tersebut.

Kemenkes memberikan usul untuk melabeli makanan dengan kadar GGI tinggi dengan logo merah agar masyarakat sendiri. Khususnya, penderita penyakit hipertensi dan diabetes, bisa menghindari makanan olahan tinggi dula garam dan lemak.

Doddy menegaskan kasus obesitas ini erat kaitannya dengan kasus penyakit tidak menular yang juga jumlahnya semakinmeningkat di Indonesia dari tahun ke tahun. (Asep Saepduin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 17 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here