Polisi Gambar Sketsa Wajah Pembunuh Noven

67
sumber gambar: https://cdn.medcom.id

Kasus pembunuhan Adriana Yubella Noven Cahaya (17), siswi kelas XII jurusan Tata usaha SMK Baranangsiang pada selasa (8/1) akhirnya memasuki babak baru. Pasalnya polisi telah berhasil mengetahui wajah pelaku yang didapat melalui penyelidikan scientific Investigation dan pemeriksaan saksi-saksi.

Kepada wartawan, kepala satuan Reserse kriminal polresta Bogor Kota kompol Agah sonjaya mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih membuat sketsa wajah pelaku penusuk terhadap Noven.

Belum di sebar masih proses sket wajah gambar berdasarkan keterangan saksi-saksi ujar kompol Agah saat di hubungi, minggu (13/1)

Menurut Agah pihaknya telah memeriksa beberapa saksi lagi untuk saksi remaja yang mengenakan seragam pramuka dan melintas sesaat sebelum kejadian ditemukan.

“Anak yang mengenakan pramuka belum ditemukan, tapi tidak terlalu penting juga masih banyak yang melihat pelaku,” tegas kompol Agah.

Lebih lanjut Agah membenarkan bila pelakunya diketahui berlari kearah terminal usai melakukan penusukan. Dan itu banyak orang yang melihatĀ  katanya.

sebelumnya kapolresta Bogor Kota kombes pol Hendri Fiuser mengatakan bahwa kendala lainya adalah tidak ada dari pihak korban yang dapat dimintai keterangan terkait kehidupan sehari-harinya.

“Orangtuanya pun tidak bisa memberikan jawaban yang banyak karena hidup berpisah sejak lama. informasi dari teman terdekanya pun terbatas. petunjuk yang ada di TKP tidak bisa membantu kami karna tidak begitu jelas wajahnya,” ujar Hendri kepada awak media di gedung kemuningan .

Menurut dia rekaman CCTV pun terlihat sangat jauh sehingga sulit mengidentifikasi pelaku sedangkan bukti-buktiĀ  elektronik serta buku diary belum ada yang mengarah kepada pelakunya. “Jadi mohon bersabar karna ada beberapa bukti elektronik yang sedang kami lakukan scientific investigation”

Di antaranya handpone korban, media sosial termasuk kegiatan korban jauh hari sebelum kejadian ini perlu kami ketahui jelasnya. Kata dia lelaki berinisial S yang sempat diamakan polisi, kini berstatus sebagai saksi setelah melakukan pemeriksaan.

“Karna dari beberapa alibi yang S kemukakan bukti-bukti yang terdapat kemudian saksi yang dia hadirkan kemungkinan besar S bukan pelaku saksi yang sudah kami periksa sampai saat ini delapan orang. diantaranya kostan, teman teman dekat korban, mantan pacar korban, termasuk S,” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa pelaku yang terekan CCTV berbeda ciri-ciri fisiknya dengan S dan tidak ditemukan sidik jari pada senjata tajam yang digunakan untuk membunuh korban.

Pihaknya telah mengirimkan rekaman CCTV kepada polda dan mabes polri. mohon bersabar Anggota masih dilapangan dan ini adalah tantangan bagi saya selaku kapolresta baru pungkasnya.

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 14 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here