Polisi Masih Akui Sulit Ungkap Kasus Noven

111
sumber gambar: https://img.beritasatu.com

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan bahwa pengungkapan kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Andriana Yubelian Noven Cahya (17) sulit. Meski demikian, polisi tetap bekerja selama siang malam untuk mengungkapkan identitas pelaku, Selain itu, jejak digital Noven juga terus ditelusuri Polisi guna menemukan petunjuk.

“Kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang yang jelas pengungkapanya sulit,” ujar Kapolresta Bogor Kota kepada wartawan, Sabtu (19/1)

Menurut dia, sidik jari pelaku dari sekitar tempat kejadian perkara juga belum didapat INAFIS. Namun, penyelidikan masih berjalan oleh tim gabungan. “Kasat Reskrim juga selalu memberikan laporan proses penyelidikan,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, polisi sudah memriksa 22 saksi, dan kebanyakan berasal dari luar karena tidak ada saksi di TKP. “Polisi mengembangkan saksi ini tidak seperti di KUHP siapa, yakni yang melihat, mendengar, mengalami dan menyaksikan langsung,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Noven menjadi korban penusukan pada Selasa (8/1/19). Gadis yang berstatus pelajar kelas XII itu ditusuk disebuah gang, sekitar Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor. Pada Selasa sore itu, Andriana baru saja selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya sekitar pukul 15.15 WIB. Dia lantas pulang ke kos yang berada di belakang sekolahnya. Saat tiba di sebuah gang kecil yan merupakan akses jalan tembusan ke tempat kosnya itu. tiba-tiba seorang pria langsung menusuk Noven dan melarikan diri. Kejadian itu terekam CCTV yang terpasang di seirar lokasi kejadian.

Tidak ada barang korban yang hilang. Di lokasi, polisi menemukan sebuah sarung badik yang kemudian dijadikan sebagai barang bukti. Sementara itu, badik yang digunakan untuk menusuk korban masih tertancap di bagian dada kiri korban. Dalam keterangannya, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Yuni Astuti mengungkapkan, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan telungkup bersimbah darah. Peristiwa itu kemudian langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 21 Januari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here