Anak Boleh Dijejali Pelajaran Dengan Syarat

52
sumber gambar; https://hellosehat.com

Bagi sebagian orang, usia anak-anak sebaiknya tidak dijejali dengan terlalu banyak pelajaran atau informasi. Karena itu, orangtua disarankan tidak memaksakan anak dalam belajar jika usianya belum cukup. Namun, anggapan ini tak sepenuhnya benar.

Karena, pisikolog anak dan pendidikan Elizabeth Santosa mengatakan, para neuroscientist alias peneliti saraf mengemukakan bahwa otak anak masih mampu menyerap pelajaran atau informasi dan tidak terbatas. 

“Anak-anak tidak memiliki batasan terhadap informasi apa pun termasuk bahasa,” ujar Elizabeth. Pisikolog dengan sapaan Lizzie itu juga mengatakan bahwa ada kesalahan pengertian selama ini mengenai kemampuan anak menyerap pelajaran. Menurutnya, jika anak menjadi cranky atau marah, itu artinya apa yang diberikan sudah berlebihan atau butuh istirahat, dan suasana belajarnya tidak mendukung.

Lizzie berpendapat, anak sebenarnya bisa diberi pelajaran apa pun asal dilakukan dengan metode yang luar biasa menyenangkan. “Pendidikan untuk anak-anak boleh dikasih sebanyak-banyaknya dengan suasana yang menbuat dia bahagia, butuh istirahat, konsisten dan tidak dengan tekanan,” imbuhan Lizzie, bila ada tekanan, misalnya anak dimarahi karena tidak bisa, maka ia akan stres. Kondisi ini bisa menimbulkan mental block dan kebingungan. (Asep Sapudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 21 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here