Ibu-Ibu Terobos Konvoi Mobil Presiden

50
sumber gambar: https://gimg.kumpar.com

Masa dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina menerobos konvoi mobil Presiden Joko Widodo yang keluar dari dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2), petang.

Sempat terjadi aksi dorong antara anggota SP-AMT dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Peristiwa itu terjadi di Taman pandang, depan Istana Negara. Seorang ibu anggota pengunjuk rasa berhasil menemui Jokowi di mobilnya dan berbincang.

Namun beberapa orang lain tidak bisa ikut mendekat karena dihadang polisi dan Paspampres. Iring-iringan Presiden sempat tertahan selama 15-20 menit. Lima orang dilaporkan pingsan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat bentrokan kecil dengan petugas pengamanan.

Tim Advokasi SP AMT Heri Sugiri mengatakan, aksi tersebut dilakukan secara spontan saat mengetahui Jokowi keluar dari dalam Istana. “Sebenarnya ini di luar batas kesadaran kami sebagai AMT, istri-istri AMT ini terlalu lama menanggung dampak dari PHK yang berkepanjangan,” kata Heri usai kejadian di sebrang Istana Merdeka.

Heri menuturkan mobil Jokowi sempat berhenti sekitar 5 menit, Jokowi membuka kaca mobil dan berdialog dengan salah satu istri dari angguta SP-AMT Pertamina. Heri mengatakan pihaknya melakukan aksi menghentikan mobil Jokowi lantaran ingin menyampaikan langsung kepada orang nomor satu di Indonesia itu masalah yang mereka alami blum selesai.

“Kita ingin merbicara kepada bapak Jokowi bahwa masalah AMT belum selesai sampai hari ini,” ujarnya. Menurut Heri, Jokowi pun merespon apa yang disampaikan salah satu istri anggota SP-AMT. Heri mengungkapkan bahwa Jokowi berjanji akan segera menyelesaikan kasus PHK yang dialami sekitar 1.095 orang anggota AMT.

“Tadi dia (Jokowi) berbicara ke salah satu ibu-ibu akan segera diselesaikan. Mudah-mudahan akan segera diselesikan tidak berbuntut waktu yang panjang lagi,” kata dia.

Heri mengatakan sempat terjadi aksi saling dorong kerika mobil Jokowi berhenti. Akibat kejadian tersebu, kata Heri dua orang AMT pingsan, lima orang luka ringan, serta satu orang mengalami benturan di kepala.

“Ada, ada bentrokan sedikit, ada yang pingsan tiga orang, luka-luka lima orang, benturan dikepala ada satu orang,” tuturnya. Heri melanjutkan pihaknya sudah 20 hari bermalam di sebrang Istana Negara. Dia mengaku juga sempat diterima Jokowi dan Sekertaris Kabinet Pramono Anung pada 31 Januari 2019.

Namun, kata Heri setelah pertemuan itu tak ada tindak lanjut dari Pramono yang telah diinstrusikan Jokowi mengawal kasus pemecatan AMT Pertamina. Heri berharap setelah aksi ini Jokowi bisa segera menepati janjinya. “Kita tunggu 11 hari tidak ada realisasi apapun dari seorang Pramono yang doinstrusikan presiden untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Di lokasi, aparat kepolisisn masih berjaga di sekitar sebrang Istana Negara. Sementara itu para peserta aksi SP-AMT Pertamina telah membubarkan diri. Mereka juga telah membongkar tenda yang digunakan untuk bermalam. (Asep Sapudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 14 Februari 2019
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here