Keindahan Ragam Foto di Bawah Tanah

145
Sumber gambar: www.heibogor.com

Sedari kemarin hingga sepekan ke depan, mata pejalan kaki yang melintasi underpass Kebun Raya yang berada di depan IPB University Jalan Pajajaran, akan dimanjakan dengan puluhan gambar jurnalistik yang menawan.

Terangkup dalam tema “Potret Bogor 2018,” untuk pertama kali karya fotografi para pewarta foto yang bergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor memamerkan jepretan terbaiknya di ruang publik.

Sebanyak 50 foto yang terpajang tiada lain foto-foto jurnalistik sepanjang 2018. Sebanyak 47 foto di antaranya merupakan foto single dan satu foto story yang terdiri dari sembilan foto. Isi foto pun beragam, mulai dari foto peistiwa, seni budaya, olahraga, ketokohan, lingkungan, human interest, dan masih banyak lagi.

Ketua PFI Bogor, Tjahyadi Ermawan menyampaikan, kegiatan pameran ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Tahun ini merupakan yang ke empat kalinya. Tema yang diangkat masih sama, yakni kilas balik Bogor selama 2018.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang hal-hal apa saja yang terjadi di Bogor sepanjang 2018. Tentunya pesan yang disampaikan lewat foto jurnalistik,” terang dia.

Pria yang akrab dipanggil Cay ini menambahkan, pameran yang akan berlangsung selama seminggu dimulai dari 23-28 Februari itu juga akan diisi dengan hiburan musik dari Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Bogor.

“Kami pilih area publik yakni di underpass ini sebagai lokasi acara dengan harapan karya-karya foto kami bisa lebih dikenal dan lebih dekat lagi dengan masyarakat,” timpanya.

Di samping itu, dia berharap bisa menumbuhkan budaya dan kesadaran masyarakat dalam menyebrang dengan menggunakan underpas yang telah disiapkan pemerintah kota.

Dalam pembukaannya, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, Shahlan Rasidi, dan ketua Harian Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) Arifin Himawan langsung hadir dan ikut menikmati sajian foto yang terpajang.

Foto dia nilai dramatis dan bermakna, sambung Bima, akan dia jadikan duta bagi sudut indah di Bogor.”Ada tiga hal yang ditangkap saat memotret, yakni foto yang indah, foto yang sangat tidak indah serta momentum langka,” Wali Kota Bogor, Bima Arya menambahkan. (gal/c)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 25 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here