Kenali Depresi

42
sumber gambar: https://4.bp.blogspot.com

DEPRESI adalah gangguan mental serius yang dapat mengganggu kondisi kehidupan seseorang. Pengidapnya akan merasakan kesedihan berlebih, keputusasaan, dan kehilangan minat dalam aktifitas sehari-hari, bahkan ada yang berujung pada keinginan bunuh diri. 

Dikutip dari laman Medical News Today, Senin (11/2), pusat pengendalian dan pencegahan penyakit ametika serikat (CDC) yang berpusat di Kota Atlanta mengatakan depresi tak boleh disepelekan.

Badan itu menginformasikan, selama priode 2009 sampai 2012, dan 10 persen orang dewasa berusia 40-59 tahun di AS yang mengidap depresi.

Kondisi itu kerap tidak terdeteksi karena depresi tidak selalu mudah diidentifikasi. Gejala dan penyebab depresi beragam dari satu orang dengan orang lainnya. Penyebab depresi yang belum pernah mengalaminya akankesulitan menjelaskan kepada orang terdekat.

Depresi tida sama dengan merasa sedih atau terpuruk. Meskipun mayoritas pengidap depresi merasa sedih, kesedihan pengidap depresi jauh lebih parah dibandingkan rasa sedih biasa yang bisa datang dan pergi sesuai pengalaman yang dijumpai.

Sebagai gambaran, pengidap depresi sukr merasakan kesenangan atau kegembiraam dalam hidup. Jika mengidap depresi, seseorang sangat mungkin tidak menikmati hal-hal yang dulu disukai atau merasa tidak ada yang bisa membuat dia bahagia.

Konsentrasi atau fokus menjadi lebih sulit. Menbuat keputusan sepele, membaca atau menonton televisi dapat terasa sangat melelahkan. Pengidap depresi tidak bisa berfikir jernih atau berminat menyimak hal-hal yang terjadi di sekeliling.

Segalanya terasa tanpa harapan dan tidak ada cara untuk merasa lebih baik. Depresi dapat membuat seseorang merasa tak ada siapa pun atau apa pun yang bisa membuatnya merasa bail-baik saja. Dia merasa tidak berharga dan gagal dalam segala hal.

Mereka akan fokus memikirkan kejadian dan penglaman negatif sehungga tidak mampu melihat kualitas positif dalam diri. Tidur pun menjadi bermasalah.Mereka bisa terjaga sepanjang malam atau terbangun dini hari tanpa bisa kembali tidur.

Tingkat energinya sangat rendah seolah mereka tidak bisa lagi bangun dari tempat tidur. Secara fisik mereka sehat, tetapi dirinya kelelahan sepanjang waktu dan merasa tidak bisa melakukan tudas harian sederhana.

Makanan juga tidak membangkitkan selera. Beberapa orang dengan depresi kehilangan nafsu maka sehingga berat badannya turun derastis. Namun, ada juga sebagian orang yang hanya menginginkan menu tertentu sehungga makan berlebihan. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 12 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here