Kurangi Sampah Plastik

85
sumber gambar: https://www.pemburuombak.com

Menyusul sepuluh daerah di Indonesia, kini giliran Kabupaten Bogor meluncurkan peraturan Bupati (Perbup) mengenai larangan penggunan Kantong plastik. Aturan yang akan diterapkan pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 itu dikemas dalam program bernama Bogor Asri Tanpa Plastik ( Bogor Antik). 

Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITP), Persentase sampah jenis plastik cukup dominan dari jenis lainnya, yakni sebanyak 13 persen. Bupati Bogor, Ade yasin menyebutkan bahwa berat sampah di kabupaten Bogor mencapai 2.800 ton setiap harinnya. Artinya, setiap hari ada seberat 364 ton sampah plastik di bumi tegar beriman.

Kondisi tersebut seolah menjadi latar belakang pemkab Bogor merencanakan aturan terkait larangan penggunaan kantong plastik di ritel, restoran, bahkan perkantoran. Ade yasin melakukan pencanangannya pada momen Hari perduli Sampah Nasional (HPSN) yang dilaksanakan di halaman Mall Robinson Kecamatan Cibinong, Minggu (24/2).

Sampah plastik ini semakin menggunung, alam akan rusak ketika kita membiarkan sampah plastik terus menumpuk. Perbup sudah dibuat, tapi akan diberlakukan pada 17 agustus 2019. “Kita berikan para pelaku pengusaha untuk mempersiapkan,” ucapnya kepada Radar Bogor usai acara.

 Selain kantong plastik sedotan serta styrofoam juga. Menjadi benda yang dilarang dalam Perbup. pencanangan ini dianggapnya sebagai warning pada pelaku usaha untuk melakukan sejumlah persiapan sebelum 17 agustus 2019.

 Khusus untuk penerapkan di di perkantoran, Politisi PPP ini mengimbau agar para pegawai menyediakan membawa persiapan makanan serta minuman dari rumah. Sehingga, tidak membeli makan yang umumnya di bungkus menggunakan kantong plastik.

Ia mengaku, sudah mulai menerapkan di lingkungan kantor pemerintahan Pemkab Bogor. ”Bawa minum pake ompreng. Kita kurangipenggunaan kantong plastik. kita sudah biasakan di kantor-kantor tidak sediakan air kemasan kita sediakan dispenser, ambil sendiri airnya. Semua serba melayani sendiri,” Kata Ade Yasin.

Di tempat yang sama, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, pandji ksatriadi mengungkap, dari timbulan sampah 2.800 ton perhari, hanya 800 ton diantaranya yang bisa diangkut ke tempat pembuangan Akhir (TPA), baik Galung dan Nambo.

Menurutnya, ada dua cara yang dilakukan untuk memusnahkan sampah-sampah di Bumi Tegar Beriman, dengan melakukan aksi bersih-bersih dan mengurangi timbunan sampah dengan membuat Bank Sampah. (fik/c)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 25 Februari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here