Masyarakat Dihimbau Waspada Investasi Bodong

121
sumber gambar: https://ivoox.id

KEMENTRIAN Perdagangan (kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengimbau masyarakat untuk berhatilah-hati terhadap penawaran produk, investasi dan kegiatan usaha. Pasalnya, hingga saat ini Bappebti masih menemui maraknya insentitas ilegal yang menawarkan peluang bisnis.

” Entitas-entitas ilegal tersebut biasanya menawarkan peluang bisnis merek melalui investasi daring, pelatihan, seminar dan edukatif dengan menjanjikan keuntungan tinggi,” kata kepala Biro peraturan perundang-undangan Bappebti, M Syist melalui siaran pers, selasa(19/2). 

Dia menjelaskan, saat ini Bappebti terus melakukan pemantauan terus terhadap aktivitas para entitas ilegal dengan cara merespons aduan dari masyarakat. Selain itu kata dia, upaya pencegahan terhadap aktifitas itu yaitu dengan mewajibkan setiap pihak menghentikan usaha yang tidak mengantongi izin usaha dari Bappebti serta pemblokiran akun dan serius. 

” Usaha menarik calon nasabah,” kata dia, para entitas ilegal memberikan penawaran dan menyebarluaskan modusnya  lewat internet dan media sosial. “Saat ini, Bappebti telah memblokir 161 domain situs dan akun yang diduga kuat sebagai entitas ilegal. Pemblokiran tersebut,” kata dia, sudah sesuai prosedur yang dikordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Menurut, kegiatan usaha sebagai pialang berjangka hanya dapat dilakukan oleh anggota bursa berjangka yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang memperoleh izin usaha sebagai pialan berjangka Bappebti. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam pas31 ayat 1 juncto pasal 71 ayat 1 undang-undang nomer 32 tahun 1997 tentang perdangan berjangka komoditas.

“Selain itu seriap pihak dilarang melakukan penawaran kontrak berjangka kontrak derivatif syariah atau kontrak derivatif lainnya dengan atau tanpa kegiatan promosi, rekrutmen, pelatihan, seminar, atau menghimbau dana jaminan dengan tujuan transaksi,” katanya .

Untuk itu,pihaknya meminta kepada masyarakat agar memastikan Iegalitas dari perusaan yang menawarkan investasi sebelum memberikan dana investasinya kepada entitas tersebut. (Arie Chandra)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here