Musim DBD, Penjual Jambu Diburu

89
sumber gambar: https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com

BOGOR- Semenjak merebaknya khasus Demam Berdarah Dengue (DBD), para penjual jambu biji merah yang berada di sepanjang jalan sholeh Iskandar, Kota Bogor ramai dicari pembeli.

Seperti diakui Hidayat, penjual jambu biji di jalan sholeh Iskandar, dalam sebulan terahir, permintaan buah tersebut meningkat signifikaan.

Siang hingga malam hari ramai pembeli. Konsumennya berasal dari berbagai daerah di wilayah Bogor. Mulai dari karangan atas hingga masyarakat biasa maupun intransi pemerintahan.

“Setiap DBD merebak, pasti banyak pembeli. sehari bisa menjual dua kali lipat dari sebelumnya”, Kata Hidayat.

Biasanya, dalam kondisi normal, pembeli buah di lapak nya kebanyakan merupakan penjual jus buah. Dalam situasi seperti ini, ia tak lantas mencari peluang mereguk untung lebih besar. Harga jual tetap dipatok sama seperti sebelum musim DBD, yakni Rp.12.000 per kilogram.

“Harga tetap sama, engga dinaikin. Cuma kalo yang bagus saya jual Rp.15 rb,”pengakuan dia.

Khasiat jambu biji ini pun di akui oleh kasi pencegahan pengendalian penyakit melunar dan surveilance (P3MS) pada Dinas kesehatan (Dinkes) kota Bogor, sari chandrawati.

Menurutnya, kandungan vitamin c yang tinggi dalam buah jambu biji terbukti secara medis mampu meningkatkan trombosit di dalam tubuh.

“Itu (jambu biji) tinggi kandungan vitamin c nya, bagus untuk menaikan trombosit”, ujar dia.

Meski begitu, dia tetap mengimbau masyarakat agar diharuskan untuk melakukan program pemberantasan serang nyamuk (PNS) dengan cara 3M plus.

“Lalu mencegah resitasi terhadap nyamuk,” ujarnya kepada Radar Bogor. Walaupun. dia menjelaskan, khasus DBD minggu ini tak bertambah, tapi karena kelembapan kota lumayan cukup tinggi dan cuaca yang tidak menentu, maka resikonya masih besar. (rp3/c)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 15 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here