Ribuan Seniman Bakal Meriahkan BSF

91
sumber gambar: http://www.capgomehbogor.com

Ribuan seniman lokal hingga mancanegara dipastikan akan memeriahkan Bogor Street Festival (BSF) 2019, Selasa (19/2). Perhelatan kali ini memang berbeda dari tahun sebelumnya lantaran BSF 2019 akan dilaksanakan setelah matahari tenggerlam atau tepatnya pukul 18.30 WIB.

“Katumbiri itu bahasa sunda, kalau dalam bahasa Indonesia artinya pelangi,” Ujar sutradara opening Bogor Street Festival, Ade Suarsa, baru – baru ini.

Ade memastikan gelaran BSF akan meriah sebab akan dipasang lampu warna-warni sebagai pencahayaanya. Lampu warna-warni inilah yang menurutnya, menjadi inspirasi dari tema Katumbiri Lighting Festival. Yang mana pelangi juga merupakan perpaduan dari berbagai warna-warna indah yang kemudia membentuk menjadi hiasan alam.

“Warna-warni pelangi ini juga bisa diibaratkan sebagai keberagaman suku, agama, status sosial yang semuanya berbaur menjadi indah di acara BSF,” jelasnya.

BSF juga akan menamilkan penari-penari dengan kostum berwarna-warni sebagai visualisasi dari cerita dongeng bidadari turun dari langit dengan pelangi sebagai jembatannya. Semua ini nantinya akan diiringi dengan berbagai atraksi Marching Band, Liong, Barongsai, Marawis dan masih banyak lagi.

“Setelah opening seremoni, karnaval atau parade seni budaya dinmulai. Di karnaval seluruh kesenian lokal. Nusantara dan mancanegara ditampilkan dengan melibatkan kurang lebih 1.000 seniman,” imbuhnya.

Ade menambhakna, sebagai agenda rutin tahunan BSF ini selalu dinanti-nanti pra seniman. Sebab, melalui ajang ini pra seniman dapat saling bersilahturahmi dengan seniman lainnya dan bisa mempublikasikan hasil karyanya ke masyarakat luas yang hadir menonton BSF.

“Banyak seniman yang ingin terlibat di BSF cuma panitia membatasi karena menyangkut waktu dan lainnya, jadi tidak semua bisa diakomodir,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, setidaknya ada tujuh sanggar dari Kota Bogor yang akan ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Bogor Street Festival 2019. Slain sanggar-sanggar Kota Bogor, juga ada sedikitnya lima lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Kalau Disparbud sendiri Insya Allah siap, ada tujuh sanggar Yaitu Sanngar Andika, Sanggar Bagaskara, Sanggar Edas, Dipokersen, Laras Pakuan, Teater Prabu dan dari FKIP Unpak. Sementara dari luar daerah pesertanya ada dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung dan dari Kabupaten Indramayu,” tukasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 18 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here