Harga Anjlok, Pinsar: Peternak Ayam Rugi Rp 2 Triliun

98
sumber gambar: https://katuju.id

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengungkapkan para peternak mandiri mengalami kerugian hingga Rp 2 triliun kerugian tersebut disebabkan harga ayam terus anjlok sejak enam bulan terakhir.

Pinsar mencatat, kerugian tersebut terjadi sejak September 2018 hingga Maret tahun ini. Hal ini karena harga ayam dipatok terllau rendah di pasaran pada harga Rp 14 ribu per kilogram.

Sementara berdasarkan harga pembelian pokok (HPP) ayam yang dipatok pemerintah ada di kisaran Rp 20 ribu- Rp 22 ribu. “Harga terus anjlok, bahkan di bawah biaya poko produksi. Minggu lalu, harga ayam emncapai Rp 14 ribuan,” kata Ketua Umum Pinsar Singgih Januratmoko saat dihubungi Republika, Rabu (13/3).

Singgih menjelaskan, tidak seimbangnya harga di pasaran dengan biaya pokok produksi disebabkan dengan adanya aturan Kementeran Perdagangan (Kemendag) untuk memutuskan menaikkan HPP di tengah daya beli yang rendah. Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) juga terus menyuplai bibit anak ayam atau day old chicken (DOC).

Dia menyayangkan langkah pemerintah yang sejauh ini kerap berjalan sendiri-sendiri. Tidak adanya koordinasi antara Kemendag dengan Kementan menjadi salah satu permasalahan yang merugikan peternak mandiri.

Dia menambahkan, sejauh ini belum ada respons konkret pemerintah terkait kerugian yang drastis oleh peternak mandiri. Singgah mengatakan, hingga saat ini baru Kementan saja yang memberi respons keluhan kerugian peternak sementara itu dari Kemendag justru tidak ada respons sama sekali.

“Sejauh ini baru ada imbauan dari Kementan kepada perusahaan penghasil DOC untuk mengurasi suplainya,” katanya. (Arie Chandra)

Sumber: Koran Jurnal Bogor. edisi 14 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here