Jalan Cepat Kurangi Serangan Jantung

85
sumber gambar: https://bisnishotel.com

Jika memiliki kebiasaan jalan cepat yang dilakukan sepekan sekali atau dua kali, maka perlu diteruskan kebiasaan tersebut. Sebuah studi menemukan, kegiatan itu cukup mmapu mengurangi risikoo kematian akibat serangan jatung, strok, atau kanker.

Dilansir di Malay Mail, Selasa (19/3), studi statistik yang dirilis hari ini, itu mempelajari sebanyak 90 ribu orang. Studi itu menyebut, orang-orang yang berjalan atau berkebun selama 10 menit hingga satu jam setiap pekan, memiliki risiko kematian 18 persen lebih rendah dari penyebab apapun dibandingkan dengan bermalas-malasan di rumah.

Para peneliti melaporkan dalam British Journal of Sport Medicine, dua setengah hingga lima jam per pekan dari aktivitas fisik yang masuk kategori sedang seperti itu, ketika dibagi menjadi segmen tidak kurang dari 10 menit, maka akan menghasilkan pengurangan risiko sebanyak 31 persen.

Dan mereka yang mencatat, setidaknya bagi yang melakukan 25 jam dalam sepekan, bisa mengurangi risiko penyakit itu. Namun, penulis mengakui, tidak semua orang memilki banyak waktu untuk dihabiskan pada latihan waktu luang.

“Kegiatan yang memompa jantung dan mempercepat denyut jantung seperti sepeda, lari, dan olahraga kompetititf, lebih hemat waktu daripada aktivitas intensitas sedang,” kata para penulis. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber; Koran Jurnal Bogor, edisi 21 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here