Jangan Konsumsi Hamburger dan Soda Bersamaan

54
sumber gambar: https://www.rd.com

Jika menyukai hamburger dianjurkan jangan bersamaan meminum minuman bersoda. Meski sekarang ini sejumlah restoran banya menawarkan paket hamburger dengan minuman soda dibandrol dengan harga miring.

Dilansir Livestrong, gabungan antara keduanya justru lebih membahayakan ketimbangan mengonsumsi salah satu.

Minuman bersoda merupakan salah satu minuman yang mengandung banyak sekali gula. Anda tentu sudah tahu bahwa makin banyak gula yang terkandung, makin banyak pula jumlah kalori yang diterima. Kalori berlebih dari minuman bersoda dapat membuat perut dan pinggang makin membesar.

Jadi, jangan heran bila orang yang gemar mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis lainnya, umumnya memiiki bobot yang berlebih. Tapi disini, masalahnya bukan hanya itu. Minuman manis bisa memberikan efek yang lebih buruk bagi tubuh bila ia digabungkan dengan makanan yang salah, yakni hamburger dan burger.

Mengapa keduanya tak boleh dikonsumsi bersamaan. Hamburger sebenarnya merupakan makanan yang berprotein tinggi. Dilansir Reader’s Digest, mengonsumsi minuman manis dengan protein dapat memnyebabkan oksidasi lemak yang lebh rendah, sehingga proses memcah lemak dalam tubuh tidak berjalan maksimal.

Bahkan, ketika gula bertemu dengan protein, kandungan protein itu akan merosot jauh sehingga tidak meberikan efek positif apa pun bagi tubuh dan malah membantu menimbun lemak.

Selain menyumbang lemak di dalam tubuh dan menghilangkan segala kebaikan dari pritein, minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan rasa lapar meski sebeumnya merasa begah usai mengonsumsi banyak makanan. Beda halnya ketikan Anda hanya mengonsumsi protein, tubuh justru akan mendapatkan sensasi kenyang yang lebih lama.

Selain di restoran fast food, sebenarnya pola makan yang menggabungkan proteindengan minuman tinggi gula kerap ditemukan saat sarapan. Mislanya, emmasak telur sebagai menu utama sarapan, dan menyiapkan pula juga kemasan yang tinggi gula sebagai pelengkap.

Nah, protein dari telur tidak akan berfungsi dengan baik di dalam tubuh hanya karena meneguk segelas jus tingg gula tersebut.

Bila anda ingin mengonsum jus di pagi hari ataupun minuman lainnya, sebaiknya buat atau pulih yang tidak mengandung gula agar tidak merusak kebaikan dari protein yang disantap.

Diluar masalah kombinasi gula dan protein, sebaiknya memang tidak mengonsumsi makanan cepat saji, seperti hamburger, kentang goreng, dan minuman bersoda terlalu sering. 

Menuurt dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter makanan cepat saji biasanya mengandung tinggi lemak dan garam. “Itu semua dapat menjadi faktor risiko terjadinya kegemukan, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi,” katanya.

Kentang goreng dikira lebih baik ketimbang hamburger dan semacamnya pun nyatanya tidak jauh berbeda. Menurut dr. Karin, kentang goreng hanya menjadi penyumbangan kalori tanpa memberikan protein, serat, dan zat gizi lainnya bagi tubuh.

Jadi mulai sekarang cari tempat makan lain yang lebih sehat daripada nongkrong di restoran fast food. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here