KPU Akui Situsnya Kerap Diretas “IP Address” Rusia dan Cina

52
sumber gambar: https://fortunedotcom.files.wordpress.com

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah menjadi perhatian sejumlah peretas (hacker). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan, serangan hacker ke situs resmi KPU hampir terjadi setiap saat.

Arief mengatakan serangan tersebut datang dari mancanegara, termasuk Rusia dan Cina. Hal itu diketahui dari IP (Internet Protocol Addres) atau alamat lokasi jaringan yang digunakan.

“Bukan Rusia dan Cina (sebagai negara), tapi hacker ini orang per orang. Bukan institusinya, bukan,” ujar Arief, Rabu (13/3).

“Tapi siapa di balik IP itu, maksudnya orangnya, ya bisa dari mana saja. IP-nya international, tapi bisa saja orangnya domestik,’ imbunya.

Arief menyampaikan banyak serangan peretas terhadao situs KPU. Namun ia tak merinci intensitasnya.

Dia juga menyebut serangan ora peretas sudah terjadi ada Pemilu 2014. Akan tetapi KPU memastikan serangan ini tak akan mengganggu prose pemilu. “InsyaAllah tidak, hitungan suara kita itu yang ditetapkan. itu adalah yang hasil direkap secara berjenjang dan manual melalui berita acara itu,” ujar dia.

Ditemui terpisah, Komisioner KPU Viryan Aziz menyebut serangan paling umum adalah denial of service attack (DOS). Serangan ini menghabiskan sumber daya sebuah situs hingga lumpuh dan ttidak bisa bekerja optimal.

Viryan juga menyebut KPI sudah menindaklanjuti serangan demi serangan dengan bekerja sama dengan kepolisian.

“Setiap ada serangan siber, kita sellau koordinasi dengan Mabes Polri dalam hal ini cyber crime. Kita harapkan mereka bisa ungkap dan itu terbukti bisa ditangkap,” tutur Viryan. “Ada (yang ditangkap), orang Indonesia,” imbuh dia. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 14 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here