Sewa Mobil untuk Mengemis

148
sumber gambar : https://mediabogor.com

Dinsos Bakal Sambangi Rumah Kakek Nur

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor akhirnya menertibkan seorang pengemis yang viral di media sosial baru-baru ini, Rabu (20/3).

Pengemis yang menjadi perhatian petugas itu bernama Herman (80). Ia diamankan saat mengemis di perempatan Yasmin atau tepatnya di depan Lottemart, Kecamatan Bogor Barat. Untuk pendataan, pria paruh baya tersebut kemudian dibawa ke rumah singgah kantor Dinsos Kota Bogor.

Kepada petugas, Herman yang mengaku tinggal di Cemplang, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, setiap hari mengemis di sejumlah lampu merah di kawasan tersebut.

“Iya, saya setiap hari, berangkat dari rumah jam sekitar 5.30 dan pulang 12.00 WIB. Kecuali hari Jumat, libur.” ujarnya saat dimintai keterangan petugas Dinsos.

Setiap ke lokasi, Herman menumpangi mobil sewaan yang dikemudikan oleh Maman (41), tetangganya. Ia menyewa mobil dengan harga Rp80 ribu untuk antar jemput dari kediamannya.

Selama ini, Nur biasa disapa tinggal bersama anaknya yang bekerja di Tangerang. Namun ia membatah jika dikatakan memiliki mobil pribadi dan angkutan Kota.

“Itu, mobil sewaan, bu. Seperti ada di Facebook disebut punya 3 angkot, itu fitnah. Kalau tidak percaya silahkan saja datang ke rumah saya. Saya heran bisa masuk ke facebook, sedangkan keadaan saya, seperti ini.” ucap Herman.

Kalaupun ia diantar dan dijemput menggunakan mobil dikarenakan ada permasalahan di bagian kakinya. Herman sendiri mengau alasan mengemis hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dengan penghasilan yang tak menentu.

“Penghasilan sehari tidak tentu, paling juga Rp150 ribu, kadang Rp100 ribu,” katanya.

Saat ditanya petugas apakah sudah terdata dalam program keluarga harapan (PHK)? “Belum,” jawabnya. Ia pun lantas menjelaskan, terkait foto diirnya yang sedang membuka pintu mobil.

“Saya itu mau mengamil baju salin, mau sholat. Waktu itu, sopir lagi di warung, saya minta kuncinya. Itu sudah bisa. Saya juga tidak bisa menyopir,” tegasnya.

Herman sendiri mengaku sempat menunaikan ibadah haji pada 1970 dengan biaya dari hasil menjual lahan sawah. Meski sudah lama mengemis, dirinya mengaku baru kali ini terjaring oleh petugas.

“Kalau mulai mengemis dari tahun 1980-an, tapi belum pernah terjaring,” katanya.

Sementara itu, Manan (41) membenarkan bahwa Herman menyewa mobil seharga Rp80 ribu untuk antar jemput. Uang tersebut diluar upah diirnya.

“Rp80 ribu itu untuk pemilik mobil. Kalau saya diberi Rp40-5 ribu. a, kalau nggak dapat, dia ngutang dulu, sekarang aja utangnya Rp400 ribu,” ujarnya.

Ia lanjut menuturkan kediaman Herman dengan dirinya tidak begitu jauh hanya berbeda RT. Terkait kondisi tempat tinggal Herman, sambung dia, biasa saja tidak ada yang istimewa.

“Saya tidak tahu kalau inginnya dia, intinya saya hanya antar jemput saja. Jemput kadang am 10 atau 11, itu tergantung dianya,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Azrin Syamsudin mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan home visit setelah melaukan identfiikasi. Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Bogor dan kepala desa sesuai domisili yang bersangkutan.

“Kalau benar keterangan yang diberikan maka akan dibuat berita acara perjanjian agar kakek dua cucu itu tidak lagi mengulangnya. Kalau tertangap lagi, maka akan dikirim ke balai rehabilitas,” ucapnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 21 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here