Tahun Ini, NJOP Kota Bogor Naik

466
Sumber gambar: https://id1-cdn.pgimgs.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberlakukan penyesuain Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada tahun ini.

Kepada wartawan, Kepala Bidang Penetapan dan Pengelolaan Data pada Bapenda Heria Ningsih mengatakan, regulasi terbaru terkait penyesuaian NJOP tertuang dalam Perda 5/2018 tentang Perubahan Atas Perda 2/2012 tenang PBB-P2.

“Di Perda 2/2012 terdapat dua ketetapan yakni NJOP di bawah Rp1 miliar dikenakan tarif 0,1 persen dan di atas Rp 1 miliar dikenakan tarif 0.2 persen dengan NJOP TKP ditetapkan sebesar Rp15 juta. Sekarang, terbaru dalam Perda 5/2018 ada delapan ketetapan tarif,” ujarnya. Selasa (12/3).

Untuk NJOP sampai dengan Rp100 juta ditetapkan sebesar 0 persen. NJOP di atas Rp100 juta sampai Rp250 juta sebesar 0,10 persen pertahun, NJOP di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta sebesar 0,125 persen dan NJOP di atas 500 juta sampai Rp1 miliar sebesar 0,15 persen.

Sedangkan NJOP di atas Rp1 miliar sampai Rp2 miliar ditetapkan sebesar 0,175 persen pertahun, NJPOP di atas Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar sebesar 0,20 persen, NJOP di atas Rp 5 miliar sampai Rp10 miliar sebesar 0,225 persen dan NJOP di atas Rp10 miliar sebesar 0,25 persen pertahun.

“Sementara untuk NJOP TKP di Perda terbaru menjadi sebesar 50 juta,” tegasnya.

Menurut dia, penyelesaian NJOP dilakukan menyesuaikan harga pasar dengan PBB-P2 yang selama ini ditetapkan Bapenda dan sesuai UU 28/2018 ada kewajiban penyesuaian NJOP paling lama empat tahun. “Disamping ini salah satu upaya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB-P2,” katanya.

Sebagai informasi, Pemkot Bogor mematok target pendapatan dari PBB-P2 sebesar Rp130 miliar di tahun 2019. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp117 miliar dengan realisasi mencapai Rp112 iliar.

“PBB-P2 termasuk penerimaan terbesar kedua PAD Kota Bogor setelah BPHTB yang di target sebesar Rp164 miliar pada tahun ini,” pungkasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here