83 Warga Cigudeg Keracunan

599
Sumber gambar : http://pedomanbengkulu.com

Sebanyak 80 orang menjadi korban yang diduga keracunan makanan pada acara pengajian di Masjid Al-Ikhlas Cicopong, RT 03 RW 04, Desa Cigudeg, Minggu (11/11). Korban tersebut berasal dari wilayah Cigudeg dan sekitarnya udai menyantap makanan pukul 16:00 WIB yang disediakan panitia acara. Korban pada waktu itu hanya 1 dan 2 orrang saja yangberobat ke Puskesmas, namun korban terus bertambah secara signifikan dari sore hingga malam harinya. Tim kesehatan dan Muspika pun turun langsung memantau korban, termasuk Dnadim Letkol Inf, Harry Eko.

Camat Cigudeg, Acep Sajidin menyebutkan, musibah ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jumlah korban yang terhitung banyak dan petugas medis pun ditambah dengan melibatkan Puskesmas Lebakwangi , Curugbitung Nanggung, Jasinga dan Puskesmas Bunar. “Sudah kami koordinasikan dengan pihak kesehatan bahwa sampel makanan akan di uji lab di bagian Labkesda (Laboratorium kesehatan daerah Kabupaten),” jelas Camat kepada Jurnal Bogor, Senin (12/11).

Petugas Puskesmas Cigudeg, Heri Yusup mengatakan, kemungkinan korban keracunan makanan masih bisa bertambah. Menurut dia, sejauh ni belum bisa dipastikan penyebab korban yang mengalami keracunan. “Nanti akan di uji lab dulu karena sampe makanan berupa oncom oseng, rendang telur, oseng daun singkon dan sayur gudeg dan dipastikan Selasa (13/11) segera ada hasil penyebab keracunan tersebut,” tuturnya

Sementara ketika keracunan korban mengalami mual, muntah, pusing, diare, sakit perut dan panas. Bahkan korban ada yang dirujuk karena kondisinya sudah lemah sedangkan yang lainnya masih ditangani di Puskesmas setempat. Sebanyak 33 korban ditangani di Puskesmas, 17 korban dirujuk ke RSUD, sedangkan 4 orang dilakukan perawatan medis di rumah. Sedangkan 29 korban menurut hasil pemeriksaan dokter, karena kondisinya sudah mengalami perbaikan dilakukan rawat jalan dan diperbolehkan pulang.

Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi juga mengatakan, kejadian tersebut setelah santap siang bersama. Jamaah yang kebanyakan santri wanita dan ibu-ibu setempat disuguhi makanan oleh panitia berupa nasi, sayur nangka bersantan, telur dan aneka kue tradisional. (Arip Ekon)

Sumber : Koran Jurnal Edisi, 13 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar