9 Negara Boikot Boeing 737

221
sumber gambar: http://jetnews.com.mx

Kecelakaan pesawat maskapai Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu kembali membuat Boeing dan keamanan produk tipe 737 MAX 8 dipertanyakan.

Sebab, kejadian itu berselang kurang dari lima bulan pasca insiden yang sama yang terjadi pada Lion Air JT610. Sebanyak 9 negara ini menyatakan temporary grounded (dikandangkan sementara) yakni Australia, Singapura, Malaysia, Oman, China, Indoneisa, Korea Selatan, Ethiopian dan Inggris.

“Otoritas Penerbanan Sipir Inggris terus memantau situasi, tetapi karena kami tidak mempunyai cukup informasi dari perekam data penerbangan, sebagai langkah pencegahan kami menerbitkan perntah supaya seluruh penerbangan komersil 737 MAX 8 dari, menuju, yang singgah dan melintas di ruang udara Inggris dihentikan sementara,” demikian pernyataan Badan Penerbangan Inggris (CAA) seperti dilansir Reuteurs, Selasa (12/3).

CAA menyatakan perintah larangan ini berlaku segera. Hal itu menyebabkan sejumalh pesawat 737 MAX 8 milik beberapa maskapai yang berasa di Inggris dilarang dioperasikan.

“Arahan keselamatan dari CAA akan diberlakukan sampai pemberitahuan selanjutnya,” lanjut pernyataan itu. Dua maskapai, TUI dan Norwegian Air, yang memiliki armada 737 MAX 8 yang terparkir di Inggris menyarakan menaati perintah itu.

Maskapai Norwegian Air menyatakan akan mengikuti seluruh perintah dari badan penerbangan sipil Eropa. Sebab, mereka saat ini mengoperasikan lebih dari 110 Boeing 737 MAX 8. Disamping itu, maskapai Norwegian Air Shuttle juga menghentikan sementara penerbangan 18 armada 737 MAX 8 milik mereka.

Sementara Indonesia sendiir juga menghentikan sementara pengoperasian 11 pesawat Boeing 737 8. Kementerian Perhubungan RI telah menurunkan tim guna melakukan observasi kemungkinan adanya masalah pada pesawat terbang seri Boeing 737 Max 8. 

Tim Kemenhub akan bekerja selama sepekan ini dalam melaukan mlik maskapai penerbangan Lion Air dan Garuda yang untuk sementara tidak dioperasikan.

“Kalau nanti tidak ditemukan masalah, maka pesawat Boeing 737 Max yang teah digrounded akan diizinkan terbang kembali,” kata Menteri Perhubungan RI, Budi Kara Sumadi, Selasa (12/3).

Namun, jelasnya, jika dalam observasi ini ditemukan masalah, maka bisa saja masa penghentian operasi pesawat ini bakal diperpanjang. “Mudah-mudahan, dalam sepekan ini akan ada hasil dari observasi ini,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, Kemenhub memang belum bisa memastikan apakah hal-hal yang emnyebabkan kecelakaan penerbangan komersial dengan pesawat Boeing 737 Maz 8 di Ethiopian sama dengan milik maskpai Lion Air.

Tapi karena jenis pesawatnya sama dan rentang waktunya juga relatif tidak terlalu jauh, Kemenhub telah emlaukan grounded sementara. Sambul mulaki melakukan klarifikasi terhadap fungsi-fnsi dari ke-11 pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang ada di Indonesia tersebut.

“Harapan kita, tidak terjadi apa-aa, tetapi kalau dalam hal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atas observasi pesawat tersebut, tentunya Kemenhub akan memperpanjang masa grounded pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Kemenhub jga akan menikuti apapun prosedur yang berlaku secara internasional, jika memang ada pesawat jening Boeing 737 Max 8 yang nanti diketahui bermasalah.

Terkait hal ini, Kemenhub telah berkomunikasi dengan Regulator Penerbangan Sipil Amerika (FAA) maupun pihak Boeing, guna mempertanyakan kejadian-kejadian sebelumnya.

Boeing mengatakan sangat sedih dn prihatin begitu mengetahui ratusan penumpang tewas dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Penerbangan 302.

“Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak kapal dan Boeing siap untuk mendukung tim Ethiopian Airline. Tim teknis Boeing akan melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuka teknis di bawah arahan Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopian dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS,” tulis Boeing di dalam situs resminya. (Asep Saepudin Saeyyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar