Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dari Bogor untuk Indonesia

267
sumber gambar: http://www.capgomehbogor.com

Kurang dari sepekan helaran Bogor Street Festifal (BSF) 2019 dihelat, tepatnya Selasa (19/2). Pesta Rakyat itu kini berganti tagline, jika dahulu ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa ,’ kini menjadi ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dari Bogor untuk Indonesia’

Tagline tersebut ditegaskan Bima Arya lantaran belakangan ini terdapat sekelompok massa yang hendak menolak berlangsungnya kegiatan pertunjukan kesenian dan kebudayaan nusantara tersebut.

Dia menjelaskan makna tagline yang baru itu. Menurutnya, GGM atau BSF merupakan ajang budaya pemersatu bangsa, dari Bogor untuk Indonesia. GGM bukan kegiatan keagamaan tetapi kegiatan kebudayaan.

“Kegiatan kebudayaan ini bukan hanya untuk menghibur, tetapi sebagai momentum dalam menjaga kebersamaan dalam keberagaman,” tegas Bima kepada Radar Bogor usai melakukan Konfrensi Pres di aula serbaguna Makodim 0606/ Kota Bogor, kemarin (14/2).

Kegatan GGM/BSF yang sudah ada sejak dahulu, lanjut Bima, tidak melulu dikaitkan dengan kegiatan keagamaan dan kegiatan politik. Karena, menurutnya, kegitatan festifal budaya tahun ini berbicara tentang kebersamaan dalam keberagaman.

“Karena harta yang paling perharga yang harus kita jaga adalah kebersamaan dan GGM/BSF bukan hanya peristiwa kegiatan budaya, akan tetapi ini adalah warisan bangsa yang perlu kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Arifin Himawan mengungkapkan bahwa aksi perhelatan budaya ini merupakan penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu dijaga oleh Kota Bogor.

Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, dia melihat ada nilai toleransi dan kekayaan budaya yang diperlihatkan Kota Bogor sangat efektif dalam mempersatukan warga.

“Ini merupakan sebuah fakta betapa masyarakat kita sangat dewasa menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Ahim, sapaan akrabnya.

Ahim melanjutkan, suasana keseruan seni karnival dan kemeriahan pertunjukan kesenian budaya akan disuguhkan di sepanjang Jalan Surya Kencana. Dalam kegiatannyananti, BSF 2019 akan menyajikan berbagai pertunjukan, seperti kesenian angklung, drum band, aksi bedug khas Banten dan hadroh.

“Aksi budaya mulai dikembangkan sebagai bagian dari destiansi pariwisata. Sehingga kita bisa melihat event ini merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan, baik dalam negri maupun luar negeri,” tutrnya.

Sebagai salah satu ajang kebanggaan Kota Bogor, Ahim juga sangat mengaprsiasi dukungan dan antusias masyarakat yang setiap tahunnya menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan dari berbagai pertunjukan dalam pesta rakyat ini. Puluhan ribu masa dipastikan memadati ruas jalan Surya Kencana.

“Kami mohon maaf jika aksi budaya untuk masyarakat ini harus dilakukan dengan pengalihan arus lalu lintas, khususnya di sepanjang jalan Surya Kencana dan jalan Siliwangi. Akan tetapi dibalik itu semua, ada nilai kedekatan yang dibangun bersama masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, kegiatan BSF 2019 ini dikemas dengan tema menarik, yakni Katumbiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti pelagi dengan harapan dapat menjadi semangat bersama warga Bogor untuk Indonesia dalam merawat keberagaman.

Paduan warna-warni pelangi yang bisa dilihat menghiasi langit setelah hujan, diumpamakan sebagai persembahan indahnya persatuan, kekayaan budaya, dan kebersamaan warga Bogor.

Tak kurang dari 45 pengisi acara dari sanggar, komunitas dan organisasi kemasyarakatan ikut ambi dalam memeriahkan helaran budaya BSF 2019 ini. Dari Jawa Barat senndiri akan hadir pertunjukan kesenian dari Ciamis, Indramayu, Sumedang, dan Kabupaten Bandung. 

Sementara kesenian lainnya akan mempertunjukan kekayaan budaya dari Papua, Bali, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. Selain dari dalam negeri, Peserta karnaval juga akan dimeriahkan oleh suguhan budaya dari mancanegara. Antara lain kesenian dari India melalui perwakilan dari Jawaharlal Neheru Indian Cultural Center (JNICC) dan partisipasi kesenian dari Tainan City. (Andika Galuh Satria)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 15 Febrari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar